Panduan Praktis Merawat Touchpad Laptop Untuk Pengguna Baru

Comment

Banyak pengguna baru mengalami masalah navigasi akibat kursor laptop yang tiba-tiba macet atau tidak responsif saat digunakan. Kondisi ini sering disebabkan oleh kurangnya perawatan pada komponen Touchpad tersebut. Memahami cara yang tepat dalam penggunaan touchpad keseharian sangatlah penting untuk menjaga agar Touchpad tetap terjaga kondisinya. 

Perkembangan teknologi laptop sekarang sangat maju dengan fitur-fitur yang modern termasuk juga pada bagian Touchpad yang bekerja berdasarkan deteksi elektrostatik kapasitif yang sangat sensitif terhadap kelembapan dan gesekan jari pengguna. Dimana sensor pada bagian bawah permukaan mendeteksi perubahan muatan listrik saat kulit bersentuhan dengan area kerja dari Touchpad itu sendiri.

Gangguan pada kelancaran sensitivitas Touchpad sering kali diakibatkan oleh penumpukan debu-debu atau partikel yang sangat kecil dan halus. Kondisi seperti itu bermula dari sentuhan jari Kita yang kurang bersih dengan Touchpad semisal sisa minyak dari makanan, kelembapan keringat, serta partikel debu halus dapat menciptakan lapisan penghalang hantaran elektrostatik tersebut hal tersebut dapat menurunkan sensitivitas Touchpad. Selain itu tekanan fisik yang terlalu keras saat penggunaan navigasi juga berisiko merusak switch klik kiri dan klik kanan. 

Ketahanan Touchpad juga berbeda-beda sesuai dengan bahan yang digunakan. Pada Touchpad dengan Lapisan kaca (glass trackpad) yang biasanya ditemukan pada laptop dengan kelas menengah keatas memiliki ketahanan terhadap korosi bahan kimiawi namun rentan retak jika terkena benturan. Sebaliknya permukaan plastik pada laptop yang biasanya digunakan kelas menengah ke bawah lebih rentan mengalami korosi kimia jika terkena pelarut organik yang keras.

Panduan Memilih Cairan dan Alat Pembersih yang Aman

Upaya merawat Touchpad laptop harus didasari oleh pemilihan bahan pembersih yang tepat. Kesalahan penggunaan cairan kimia dapat merusak lapisan oleofobik pelindung atau merusak sirkuit internal dari Touchpad tersebut.

Perbandingan Karakteristik Cairan Pembersih

Penggunaan cairan pembersih harus disesuaikan dengan jenis noda dan material laptop guna meminimalkan risiko kerusakan jangka panjang.

Peralatan Penunjang yang Diperlukan

Selain cairan beberapa alat fisik diperlukan untuk menjangkau celah-celah sempit tanpa menyebabkan goresan pada Touchpad.

  • Kain Mikrofiber
  • Hand Blower
  • Kuas Berbulu Halus & Tusuk Gigi Tumpul
  • Penyerap Kapas (Cotton Swabs)
Prosedur Langkah Demi Langkah Merawat Toucpad Laptop
Berikut cara membersihkan Touchpad yang baik dan benar. Ini dilakukan setidaknya dilakukan sekali dalam sebulan.


Penanganan Kasus Khusus dan Deteksi Keausan
Ada kalanya pengguna menghadapi kondisi di mana touchpad tidak sekadar kotor melainkan menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik atau penurunan fungsi akibat kecelakaan pembersihan.

Mengidentifikasi Mengkilap Atau Kotoran Lemak
Seiring berjalannya waktu penggunaan pada area tengah touchpad sering kali tampak mengkilap. Untuk memastikan apakah mengkilap tersebut disebabkan oleh minyak atau karena kerusakan fisik, bersihkan tangan menggunakan sabun, keringkan, lalu usap permukaan touchpad. Jika tidak ada rasa lengket atau residu berminyak yang tertinggal di jari, maka efek kilap tersebut murni disebabkan oleh abrasi fisik partikel plastik yang menipis. Kondisi seperti ini tidak dapat dibersihkan dan hanya bisa diatasi dengan memasang stiker pelindung (touchpad skin) baru atau mengganti unit penutup atas secara keseluruhan.

Tindakan Darurat saat Terkena Tumpahan Cairan
Jika laptop terkena air atau ketumbahan minuman langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mematikan paksa sistem dengan menekan tombol daya selama beberapa detik sampai laptop mati dan lepas semua koneksi listrik. Ambil kain mikrofiber kering lalu tempelkan secara perlahan pada area basah untuk menyerap cairan. Hindari gerakan menekan atau menggosok ke kanan-kiri karena gerakan tersebut justru akan mendorong cairan tersebut masuk lebih dalam ke sela-sela lubang sekitar touchpad tersebut. Biarkan laptop tersebut kering dengan sendirinya dan posisikan terbalik di ruangan dengan sirkulasi udara baik selama minimal 24-48 jam sebelum dicoba untuk dihidupkan kembali.

Pemulihan Malfungsi Akibat Residu Kimia
Beberapa jenis cairan pembersih kacamata atau tisu basah dapat meninggalkan lapisan film transparan non-konduktif yang membuat touchpad tidak sensitif. Untuk melarutkan lapisan residu ini gunakan sedikit isopropil alkohol 75% pada kain mikrofiber dan usap pada area touchpad dengan sangat lembut, lalu keringkan.

Pemecahan Masalah Kursor Macet dan Kegagalan Sistem
Malfungsi touchpad tidak selalu disebabkan oleh kotoran fisik. Sering kali, kendala navigasi berasal dari permasalahan perangkat lunak atau konfigurasi sistem operasi yang tidak sengaja berubah.

Diagnostik Awal 
Sebelum membawa laptop ke pusat servis lakukan beberapa langkah pengujian sistem secara mandiri :
  • Periksa Tombol Pengunci Fungsi (Fn Key) : Sebagian besar produsen laptop menyediakan tombol pintas cepat untuk mematikan touchpad demi kenyamanan saat digunakan mengetik panjang. Coba tekan kombinasi antara tombol Fn bersamaan dengan tombol fungsi touchpad seperti F7 atau F0 tergantung merk laptop.
  • Putuskan Koneksi Perangkat Penunjuk Eksternal : Mouse nirkabel, Usb Hub, Flashdisk ,Gamepad eksternal sering kali memicu permasalahan input. Cabut semua perangkat USB eksternal tersebut untuk melihat apakah kontrol navigasi kembali normal atau tidak.
  • Pengaturan Sistem Operasi : Di Windows 11 akses menu Start -> Settings -> Bluetooth & devices -> Touchpad. Pastikan toggle utama berada dalam posisi "On". Jika kursor bergerak terlalu lambat, tingkatkan sensitivitas ke tingkat yang lebih tinggi melalui menu slider yang tersedia.
Pemulihan Driver dan Pengujian Tingkat Lanjut
  1. Tekan tombol Win + X pada keyboard, lalu pilih Device Manager menggunakan tombol panah dan tekan Enter.
  2. Navigasikan ke bagian "Mice and other pointing devices".
  3. Klik kanan lalu pilih Uninstall device jangan centang kotak penghapusan permanen driver jika ditanyakan.
  4. Lakukan restart laptop dengan menekan Alt + F4 pada desktop dan memilih restart. Setelah sistem menyala kembali Windows akan otomatis mendeteksi perangkat keras baru dan memasang ulang driver bersih.
Guna memastikan apakah kerusakan terjadi pada perangkat keras atau sekadar sistem operasi lakukan pengujian UEFI. Matikan laptop sepenuhnya lalu nyalakan kembali, pada saat booting awal tekan tombol F2 atau Del secara berulang untuk masuk ke menu BIOS/UEFI. 
Karena UEFI beroperasi secara terpisah di luar sistem Windows, kita berada pada BIOS/UEFI navigasi touchpad bisa digunakan berarti kerusakan disebabkan oleh kesalahan perangkat lunak di dalam Windows. Sebaliknya, jika kursor tetap mati di menu UEFI, maka telah terjadi kerusakan fisik pada modul touchpad.

Kebiasaan Sehari-hari untuk Menjaga Longevitas Perangkat
Rata-rata masa pakai laptop dalam keadaan yang prima berkisar antara 3-5 tahun, kebiasaan penggunaan yang baik akan sangat membantu mempertahankan kondisi laptop yang prima lebih lama.
  1. Atur Jarak dengan Makanan dan Minuman : Tempatkan gelas minum minimal sejarak 20-30 cm dari laptop. Gunakan meja laptop atau dudukan laptop untuk membuat posisi laptop yang terangkat akan meminimalisir dampak limpahan air jika terjadi kecelakaan.
  2. Hindari Tekanan Berlebih Saat Tertutup : Jangan meletakkan buku atau barang yang berat di atas permukaan laptop yang tertutup. Tekanan secara terus-menerus pada penutup laptop dapat membengkokkan keyboard dan merusak komponen hardware Toucpad.
  3. Matikan Laptop Sebelum Disimpan Kedalam Tas : Jangan pernah memasukkan laptop yang masih berada dalam mode Sleep ke dalam tas. Laptop yang terus menyala di ruang tertutup akan menghasilkan panas berlebih yang dapat merusak lem pelindung baterai serta merusak kabel fleksibel touchpad.
Kesimpulan
Merawat Toucpad laptop merupakan investasi sederhana namun sangat penting yang harus dibiasakan oleh setiap pengguna. Melalui pembersihan berkala menggunakan air terdistilasi, menghindari cairan kimia korosif, serta memahami langkah-langkah dalam penggunaan laptop dapat menghemat biaya perawatan dan menjaga responsivitas Touchpad tetap prima dalam jangka panjang. Mulailah menerapkan rutinitas perawatan fisik ini secara berkala setiap bulan demi kenyamanan dalam penggunaan laptop.

Penyebab Touchpad Laptop Tidak Berfungsi

Comment

Touchpad merupakan salah satu kompoten yang berperan penting pada laptop. Sebagai pengganti peran mouse, touchpad memberikan kemudahan setiap pengguna laptop untuk mengklik suatu aplikasi atau file apapun. Maka itu, saat touchpad mengalami gangguan yang membuatnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, pasti mengganggu kenyamanan dalam melakukan kegiatan komputasi.

Tahukah Sobat fakta berikut?

80% pengguna memakai Touchpad dari pada Mouse Eksternal di Laptop yang mereka pakai, kecuali untuk alasan-alasan tertentu. Maka bisa dipastikan Touchpad merupakan sebuah fitur penting yang semua pengguna harus jaga.

Namun sayangnya tidak sedikit juga yang mengalami beberapa masalah terkait Touchpad. Contohnya seperti Touchpad Laptop tidak berfungsi, Biasanya terdapat ciri Touchpad tidak bisa digerakkan namun untuk klik kiri dan kanan masih aktif.

Penyebab Touchpad Laptop Tidak Berfungsi

Penyebab touchpad laptop yang tidak berfungsi bisa didasar beberapa hal. Namun kemungkinan besarnya berasal dari :

-Touchpad laptop tekunci

-Touchpad laptop kotor

-Driver belum terinstal atau driver minta update

-Priksa kabel flexible touchpad

-Kerusakan komponen hardware

1. Touchpad laptop tekunci

Touchpad tidak aktif bisa disebabkan karena terkunci secara tidak sengaja. banyak yang belum mengetahui hal ini. kunci touchpad ini aksesnya menggunakan kimbinasi tombol keyboard. dan kita bisa menonaktifkanya kembali untuk mengatasi touchpad laptop yang tidak berfungsi.

ingin lebih jelas coba cek langsung saja keyboard di laptop Anda. kalau ada ciri sebuah simbol toucpad berarti itulah tombolnya. cara mengaktifkanya tekan tombol

fn + f5, fn+f6, fn+f7

Gak ada yaa ? Via Control Panel

Juka tombol tersebut di keyboard kamu gak ada coba pakai cara masuk ke control panel - hardware - mouse properties. Nah disitu kamu bakalan menemukan menu paling kanan berarti si touchpad aktif, hilangkan centang bagian tengah agar touchpad tidak disable.



2. Touchpad laptop kotor
Touchpad kotor merupakan masalah umum yang sering dijumapi akbat penggunaan sehari-hari. Ini bisa terjadi karena bersentuhan langsung dengan kulit Kita bisa saja kotor masuk kedalam lubang kecil dan terjadi penumpukan sehingga performa touchpad terhambat atau bahkan sampe tidak ada respon.

Untuk membersihkan touchpad dari kotoran, Anda cukup membuka cover pada laptop dan membersihkan debu-debu yang ada disekitaran touchpad tersebut.

3. Driver belum terinstal atau driver minta update
driver toucpad memang sudah tersedia tanpa perlu kita install sama sekali. walau begitu kita bisa mengupdatenya kalau memang perlu. karena bisa sangat membantu untuk berabagai hal, terutama mengatasi touchpad yang bermasalah atau tidak aktif. Kalau update belum berhasil bisa coba juga uninstall driver touchpad. Untuk uninstallnya sendiri bisa dilakukan lewat Device Manager sama seperti sebelumnya. Apakah aman ? Aman walau kita uninstall (hapus), driver touchpad akan otomatis terinstall kembali jika laptop dinyalakan ulang.

4. Priksa kabel flexible touchpad
Langkah selanjutnya juga masih belum berhasil adalah dengan memeriksa kabel flexible touchpad, pastikan kabel terpasang dengan benar, biasanya touchpad tidak bisa dikarenakn kabel flexible mengalami kerusakan. Pastikan kabel flexibel tersebut tidak ada yang sobek, pastikan juga kabel tidak terjepit dan posisikan kabel flexibel tersebut tidak tertekuk.

5. Kerusakan komponen hardware
Seudah mencoba semua solusi tapi belum berhasil juga, ada kemungkinan touchpad laptop anda rusak. kalau rusak seperti ini biaanya asalnya sudah dari komponen dan kalau rusak komponen besar kemungkinan akan sulit kalau diperbaiki sendiri. bawalah ke tukang serivce.


Cara Mudah dan Ampuh Mengamankan Laptop dari Serangan Malware

Comment

Zaman sekarang hampir semua orang mempunyai Laptop maupun komputer. Laptop sendiri sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita semua, kegunaan laptop sangat beragam mulai dari urusan pekerjaan, kuliah, hingga hiburan. Namun seiring dengan tingginya aktivitas digital yang kita lakukan tentunya perangkat yang kita gunakan memiliki risiko yang juga semakin tinggi untuk dapat terserang Malware seperti Virus, Ransomware, atau Spyware.

Tentu saja Kita tidak boleh menganggap remeh hal semacam ini, karena jika tidak waspada bisa saja data pribadi yang Kita miliki bisa dicuri dengan mudah dan juga tidak menutup kemungkinan Sistem Operasi yang Kita gunakan bisa rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Untuk itu Kita tidak boleh meremehkan permasalahan ini, berikut adalah beberapa langkah yang mudah dan efektif untuk Mengamankan Laptop Anda Dari Serangan Malware.

1. Memperbarui Sistem Operasi

Ini adalah langkah yang paling mudah dan efektif dengan cara selalu menjaga Sistem Operasi yang Kita gunakan up-to-date. Namun banyak orang yang malas untuk mengupdate Sistem Operasi yang digunakan, padahal dengan kita selalu memperbarui update Sistem Operasi menutup celah yang biasanya digunakan oleh peretas untuk masuk menjadai sangat kecil atau bahkan tidak bisa sama sekali. 

Cukup dengan mengaktifkan fitur Auto Update yang ada pada Sistem Operasi ketika perangkat yang digunakan terhubung dengan internet secara otomatis Sistem Operasi akan mendeteksi dengan melakukan pembaruan.Pembaruan atau Update yang dimaksud tidak hanya membawa fitur-fitur yang baru saja melainkan juga membawa Security Patch untu menutupi celah-celah atau bug yang berhasil ditemukan oleh developer.

Selain pembaruan otomatis pada Sistem Operasi, Anda juga dapat melakukan hal yang sama pada bowser yang digunakan, sebagai contoh jika dalam keseharian menggunakan browser Chome dan Firefox, maka pastikan fitur Auto Update sudah aktif.

2. Optimalkan Antivurs Yang Sudah Ada

Jika Anda adalah pengguna Windows maka pastinya memiliki Antivirus bawaan yakni Windows Security. Anda tidak perlu membeli Antivurs yang mahal karena Sistem Operasi yang sekarang ini sudah memiliki Sistem Pertahanan yang bagus.

Windows Security sudah sangat bagus sekali dalam mendeteksi dan memblokir Malware secara real-time. Hal yang perlu diperhatikan untuk selalu mengaktifkan Antivirus bawaan tesebut, jangan pernah mematikan Antivurs tersebut terutama pada saat menginstall suatu aplikasi.

3. Hindari Menginstal Software Ilegal

Hal yang paling sering suatu Sistem Operasi terkena Malware, Virus, Ransomware adalah dengan cara mendownload dan menginstall aplikasi yang tidak resmi apalagi mendownload pada website yang tidak jelas. Kenapa itu bisa terjadi? 

Saat Kita mendownload aplikasi, patch, crack, keygen atau sejenis lainnya untuk membuat aplikasi berbayar menjadai gratis, secara tidak langsung Kita telah memberikan ijin kepada program asing untuk masuk ke dalam Sistem Operasi yang digunakan. 

4. Waspadi Tautan Link

Ketika menggunakan internet Anda harus waspada terhadap tautan link yang tiba-tiba membuka halaman baru sendiri dengan tujuan  untuk memancing korban agar mengunduh file yang berbahaya teknik seperti ini disebut Phishing.

Jangan pernah sekali-kali membuka tautan link yang dirasa kita tidak jelas asal-usulnya, terutama yang memiliki ekstensi  seperti : .exe, .scr atau .vbs.

5. Pastikan Jaringan Internet Jelas Kepemilikannya

Jika Anda berada diluar dan sedang terhubung dengan internet pastikan Anda terhubung dengan Wi-Fi yang jelas kepemilikannya, sebagai contoh ketika Anda berada di Taman jangan asal menggunakan Wi-Fi gratis dikarenakan jaringan publik yang tidak dipassword sangat rentan terhhadap serangan Malware mapun Virus.

Jika Anda terpaksa menggunakan Wi-Fi publik ? Lebih baik menggunakan VPN yang terpercaya untuk melindungi data Anda. Dan jangan pernah melakukan transaksi perbankan atau login ke akun sensitif saat terhubung ke Wi-Fi publik.

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Tentang VPN

6. Back-Up Data Secara Berkala

Langkah pencagehan terbaik dari ancaman Malwar, Virus, Ransomware adalah dengan membackup data yang dimiliki, dengan memiliki salinan data ketika Laptop Anda terinfeksi dan data tidak bisa dibuka maka Anda tidak perlu panik karena sudah memiliki Back-UP data sebelumnya

Mengamankan laptop, komputer dari serangan Malware sebenarnya tidak membutuhkan keahlian khusus. Hal yang paling dibutuhkan adalah kedisiplinan dan kewaspadaan saat menjelajahi dunia maya. Dengan menerapkan poin-poin yang sudah dijelaskan sebelumnya laptop maupun komputer Anda akan jauh lebih aman dan tentunya akan menjaga performanya tetap terjaga secara optimal.

Mengapa Komputer atau Laptop Bisa Terkena Malware? Kenali Celahnya Sebelum Terlambat

Comment

Pernahkah Anda mendapati komputer ataupun laptop tiba-tiba berjalan sangat lambat sekali tidak seperti biasanya, tiba-tiba bermuncul iklan pop-up aneh secara terus-menerus muncul meskipun sudah ditutup, bahkan yang lebih parahnya lagi beberapa file penting yang Kita miliki terkunci dan tidak bisa dibuka, ada juga kasus dimana beberapa file yang Kita simpan tiba-tiba berubah ekstensi file contoh file photo dari photo_anda.jpg terdapat tambahan lagi menjadi photo_anda.jpg.scr.

Jika Anda mengalami kejadian seperti diatas, maka kemungkinan besar perangkat yang Anda gunakan sedang terinfeksi malware atau bahasa lainnya adala Malicious Software.

Malware tidak dapat muncul begitu saja pada perangkat yang Anda gunakan. Namun terdapat celah yang bisa ada pada sistem operasi yang digunakan maupun kelalaian dari pengguna itu sendiri.

Mari Kita bahas bersama Alasan Utama Perangkat Keras Yang Kita Gunakan Bisa terkena Malware

  • Menginstal Aplikasi Bajakan 

Penyebab yang paling sering terjadi adalah pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi bajakan atau palsu, terutama ketiak saat mengunduh aplikasi tersebut dari website atau situs yang tidak resmi. Sebagai contoh Anda mendownload film gratisan dari website tidak resmi, bisa juga ketika Anda mendownload game dimana terdapat crack yang ternyata didalamnya sudah terdapat Malware.

Biasanya Malware dibuat dan disisipkan kode berbahaya ke dalam file atau crack atupun patch. Sehingga ketika Anda menjalankan aplikasi tersebut Malware secara otomatis akan langsung terinstal tanpa adanya interface atau tampilan layaknya ketika kita sedang menginstall program secara normal.

  • Terjebak Taktik Phishing (Email dan Tautan Palsu)

Phishing adalah teknik penipuan di mana pelaku menyamar sebagai instansi resmi contoh seperti bank, layanan ekspedisi, atau bahkan rekan kerja untuk memancing Anda mengklik dan mengunduh lampiran pada tautan yang dikirim pada email maupun kontak yang diperoleh oleh pelaku. Dimana lampiran tersebut sangat berbahaya sebagai contoh : File dengan ekstensi seperti .exe, .scr, atau bahkan dokumen Office berformat .docm yang mengandung macro jahat.

Tautan Palsu tersebut mengarahkan Anda langsung membuka suatu situs web dan ketika halaman website tersebut terbuka maka secara otomatis perangkat keras yang Anda gunakan akan mengunduh Malware.

  • Tidak pernah melakukan Update Sistem Operasi

Ini adalaha hal yang sering orang lakukan, dimana banyak orang tidak mau atau malas untuk memperbarui Sistem Operasi yang dimiliki. Banyak yang sering menekan tombol "Remind me later" saat terdapat notifikasi update Windows mapun macOS, atau Sistem Operasi yang lainnya. Padahal menunda update adalah suatu kesalahan besar. Dengan Kita melakukan update secara berkala maka Sistem Operasi yang kita gunakan akan jauh lebih terlindungi dari pada tidak pernah melakukan update sama sekali.

Meskipun dimikian tidak memungkian terhindar dari Malware. Setiap Sistem Operasi pasti memiliki celah keamanan atau yang bisa kerennya Vulnerability. Para pengembang merilis update atau patch tentu memiliki maksud dan tujuan. Jika Anda jarang memperbarui Sistem Operasi, Maka kemungkinan peretas bisa memanfaatkan celah lama tersebut untuk menyusupkan Malware ke laptop Anda dengan sangat mudah.

  • Terular Oleh Perangkat Fisik yang Sudah Terinfeksi

Malware tidak hanya menyebar lewat internet, tetapi juga lewat jalur fisik seperti Flashdisk, hardisk eksternal, atau kartu memori yang sering dicolokkan ke sembarang komputer sebagai contoh di tempat fotokopi atau warnet sangat rentan membawa virus jenis worm atau trojan. Begitu media penyimpanan ini dicolokkan ke laptop Anda, malware akan langsung mengeksekusi dirinya sendiri.

  • Mengklik Iklan Sembarangan
Kasus ini sering terjadi ketika Kita sedang berselancar di internet namun tiba-tiba muncul pop up iklan yang mengatakan "Laptop Anda terinfeksi 3 Virus Yang Berbahaya! Klik di sini untuk membesihkan?"

Itu adalah trik yang  digunakan untuk menakut-nakuti, Anda tidak perlu panik ketika menjumpai hal semacam ini, dikarenakan Iklan tersebut sebenarnya adalah Malware itu sendiri. Jika Anda panik dan ternyata mengklik Iklan tersebut maka Anda akan dibawa kehalaman baru untuk mengunduh sutatu program yang berbahaya.


Rangkuman yang dapat Kita pelajari sebagai berikut :
Kebanyakan penularan Malware terjadi karena adanya interaksi dari pengguna ketika sedang menggunakan internet seperti mengklik pada website yang ilegal, mengunduh aplikasi bajakan atau juga dikarenakan mengabaikan keamanan dengan tidak pernah melakukan update Sistem Operasi. 

Anda juga dapat memasang antivirus yang handal untuk melindungi data anda dari file-file atau aplikasi yang bebahaya. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian Anda saat berselancar di internet adalah benteng pertahanan yang paling utama.


Mengembalikan File Kerja atau Kuliah Yang Terdeteksi Virus Oleh Windows Security

Comment

Data Kerja atau Kuliah Penting Malah Dianggap Virus Oleh Windows Defender? Begini Cara Mudah Mengembalikannya !!

Pernahkah Anda sedang asik mendownload file pekerjaan, source code untuk tugas kuliah, atau bahkan mod untuk bermain game offline, tetapi tiba-tiba setelah selesai di download, file tersebut justru malah hilang begitu saja. Pas kita lihat dibagian pojok kanan bawah muncul notifikasi layer kecil bertulisan "Threat found" dengan arti lain bahwa terdapat ancaman file tersebut berbahaya oleh Windows Defender.

Yaaaaps, seperti itulah Cara Kerja Windows Defender yang mana pada Windows 11 atau update terbaru berganti nama menjadi Windows Security. Dimana tugas Utama dari Windows Defender atau Windows Security itu sendiri sebagai benteng pertanahan default dari Windows. Antivirus ini memang terkenal sangat protektif, saking aktifnya terkadang file-file yang aman dan kita butuhkan untuk pekerjaan kantor, kuliah atau main game malah dianggap sebagai virus atau malware oleh Windows Security. Istilah tersebut lebih terkenal dengan sebutan false positive.

Ketika menghadapi permasalahan tersebut jangan panik terlebih dahulu karena sesungguhnya file-file yang dia anggap berbahaya oleh Windows Security tidak langsung dihapus begitusaja, melainkan Windows Security memindahkan file tersebut kedalam tempat karantina atau bisa disebut "Protection History".

Yuk, Kita bahas bersama Cara Aman Mengembalikan File Yang Dianggap Virus Oleh Windows Security.

Cara Mengembalikan File dari Karantina Windows Security

Untuk menyelamatkan file yang dianggap virus atau dianggap berbahaya, kita cukup masuk kedalam fitur Protection History yang ada pada menu Windows Security dan mengeluarkan file tersebut dari sana. Berikut langkah-langkah secara detailnya :

Langkah 1: Buka Windows Security

  1. Klik tombol Start (ikon Windows) di taskbar Anda.
  2. Ketik "Windows Security" pada kolom pencarian, lalu tekan Enter.
  3. Pilih menu Virus & threat protection di halaman utama.
Langkah 2: Masuk ke Protection History
  1. Di bawah tulisan Current threats, klik menu Protection history.
  2. Anda akan melihat daftar aktivitas keamanan terbaru. Cari item yang memiliki keterangan Severe, High, atau Blocked yang waktu kejadiannya pas dengan saat file Anda hilang.
Langkah 3: Restore File Anda
  1. Klik pada item atau nama file yang dicurigai tersebut untuk memunculkan detail informasi.
  2. Biasanya Windows akan meminta verifikasi admin (klik Yes jika muncul jendela).
  3. Klik tombol drop-down Actions yang berada di bagian bawah detail file.
  4. Pilih opsi Restore


File Anda akan langsung kembali ke folder asalnya sebelum dia "Karantina" oleh Windows Security


Tips Tambahan : Agar File di Kemudian Hari Tidak Dihapus Lagi 
Setelah Anda melakukan restore, ada kemungkinan Windows Security akan mendeteksi kembali file tersebut sebagai ancaman. Supaya file tersebut aman Kita dapat menambahkan pengecualian ke dalam daftar Exclusion.

Catatan Penting: Pastikan Anda benar-benar yakin bahwa file tersebut 100% aman dan berasal dari sumber terpercaya sebelum memasukkannya ke daftar pengecualian.

Cara membuat Exclusion :
  1. Kembali ke menu Virus & threat protection.
  2. Klik Manage settings yang berada di bawah Virus & threat protection settings.
  3. Scroll ke bawah sampai Anda menemukan bagian Exclusions, lalu klik Add or remove exclusions.
  4. Klik tombol Add an exclusion dan pilih apakah Anda ingin mengecualikan berupa File, Folder, File type, atau Process.
  5. Pilih file atau folder tempat Anda menyimpan file yang tadi di-restore.



Dengan cara ini, Windows Defender akan menutup mata dan melewati folder/file tersebut saat melakukan scanning berkala.

Ringkasan Cara Kerja Windows Security

Windows Security berjalan secara otomatis dengan menghapus file-file yang dipikir oleh dia sebagai file yang berbahaya dan juga bebera file-file yang  sebenarnya tidak berbahaya namun tetap saja dihapus oleh Windows Defender, karena tugasnya sendiri adalah menjaga Sistem Operasi Anda tetap aman. 

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti file kita di anggap virus atau di anggap file yang berbahaya. Kita dapat mengembalikan file tersebut dengan masuk kedalam Windows Security dan pilih "Protection History"

Semua file yang di anggap berbahaya akan selalu dikarantina pada fitur Protection History. Untuk mengembalikan file tersebut Kita cukup dengan klik Action dan pilih Restore.

Jika memiliki pertanyaan atau cara lain yang lebih mudah ? Anda dapat menulis pada kolom komentar di bawah ini. Terima Kasih

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Tentang VPN (Virtual Private Network)

Comment

Virtual Private Network atau yang lebih akrab dikenal VPN adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk mengakses situs secara pribadi melalui server jaringan lain. Dengan kata lain, VPN menghubungkan komputer atau telepon genggam ke perangkat lain di tempat yang berbeda sehingga kamu bisa mengakses internet menggunakan koneksinya.

Dahulu, VPN lebih sering digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk melindungi data yang sensitif. Kini, layanan ini semakin banyak digunakan untuk mengakses situs yang memiliki batasan wilayah atau koneksi.

Lalu, Apa Kelebihan Dari Penggunaan VPN ?

  1. Mengubah dan menyembunyikan suatu alamat IP.
  2. Dapat digunakan untuk melindungi data pribadi.
  3. Dapat ginuanakan untuk menyembunyikan aktivitas browsing.
  4. Menyembunyikan lokasi sehingga pengguna VPN bisa mengakses konten yang dibatasi dalam beberapa negara dimana yang dimaksud dapat membuka situs yang dibloki

Bagaimana cara kerja VPN ?

Saat device PC, laptop ataupun handphone dihubungkan ke VPN secara langsung akan ter-enkripsi dengan cepat pada perangkat yang digunakan tersebut. 

VPN merupakan pihak ketiga yang menghubungkanmu dengan situs yang hendak kamu akses. Data yang kamu kirimkan tidak dianggap berasal dari lokasi asal sehingga tidak ada yang bisa mengenali perangkatmu maupun sumber asal data. Dengan begitu penyedia layanan internet kamu (ISP) tidak dapat mengetahui segala jenis aktivitas yang pernah dilakukan.

Apakah VPN aman digunakan?
Aman atau tidaknya VPN tergantung pada jenis layanan VPN yang kamu gunakan. Setiap penyedia layanan VPN tentunya memiliki keunggulan dan tingkat keamanan yang berbeda.

Faktor yang memengaruhi keamanan VPN di antaranya:
Batasan teknologi yang dimiliki penyedia layanan VPN. Semakin aman protokol yang digunakan, maka semakin aman pula layanan VPN secara keseluruhan.
Batasan hukum dan kebijakan yang berlaku atas fungsi yang dapat dijalankan oleh layanan VPN. Semua penyedia layanan VPN akan berusaha sekeras mungkin untuk melindungi data dan privasi pengguna, tapi mereka tetap harus tunduk terhadap hukum yang berlaku.

Tergantung hukum yang berlaku pada negara tersebut, penyedia VPN bisa saja harus menyerahkan data mengenai aktivitas kamu di internet bila diperlukan. Beberapa negara juga dapat memiliki perjanjian internasional mengenai informasi pengguna internet.

Sebagian besar pengguna VPN memanfaatkan layanan ini untuk mengakses situs yang diblokir serta konten yang dibatasi pada negara tertentu. Meskipun VPN dapat melindungi data saat kamu menggunakan WiFi publik namun sudah tidak banyak lagi yang menggunakan VPN untuk tujuan ini.

Beberapa layanan VPN yang dapat digunakan
Ada berbagai macam jenis VPN yang dapat Kita gunakan, akan tetapi ada tiga jenis layanan VPN yang sering digunakan yakni :
  • Site-to-site VPN
  • Client-to-Server VPN
Berikut perbedaan mendasar antara Site-to-site VPN dengan Client-to-Server VPN








Kapan Waktu Shut Down, Sleep Dan Hibernate Yang Tepat ?

Comment

Semua pengguna komputer pasti paham dan tahu bahwa komputer mereka bisa dimatikan dengan cara Sleep, Hibernate atau Shut Down, namun kebanyakan dari kita tidak tahu kapan waktu Shut Down, Sleep dan Hibernate yang tepat. Dengan beberapa mode tersebut komputer akan dimatikan, namun ketika dinyalakan kembali anda bisa kembali fokus dengan pekerjaan terakhir.

Lalu kapan waktu yang tepat untuk menggunakan mode Shut Down, Sleep dan Hibernate? Sebenarnya tidak ada jawaban yang pasti untuk semua kondisi. Beberapa orang bahkan menjalankan komputer mereka selama 24 jam penuh dalam 7 hari. Beberapa orang lainnya, hanya menggunakan komputer sesaat dan setelahnya ditinggalkan dalam keadaan mati (Shut Down). Pilihan mode Shut Down, Sleep dan Hibernate sebenarnya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Shut Down Vs. Sleep Vs. Hibernate

Shut Down, Sleep dan Hibernate merupakan ketiga opsi pilihan yang bisa digunakan untuk mematikan komputer anda, namun ketiganya memiliki ciri-ciri yang berbeda. Apa perbedaannya?

Shut Down: Mungkin hampir semua pengguna komputer sangat familiar dengan mode Shut Down. Ketika anda mematikan komputer anda, seluruh program yang tadinya dijalankan akan ditutup dan komputer akan mematikan sistem operasi milik anda. Sebuah komputer yang telah dimatikan oleh mode Shut Down tidak akan mengkonsumsi tenaga. Bagaimanapun juga, ketika anda ingin menggunakan komputer anda kembali, anda harus menyalakannya dan memulai kembali dengan melalui proses booting, dan menunggu perangkat anda untuk bisa memulai semua program anda kembali.

Sleep: Mode ini biasa kita kenal dengan nama Sleep atau Standby. Disaat anda menggunakan mode Sleep, komputer akan tetap berjalan namun tidak mengkonsumsi tenaga listrik yang cukup banyak. Tenaga listrik tersebutlah yang digunakan pada memori komputer, dan tidak digunakan oleh komponen komputer lainnya. Sehingga komponen lainnya tetap mati dan tidak menggunakan tenaga listrik. Ketika anda menghidupi komputer anda kembali. Anda akan terhubung langsung dengan pekerjaan anda, tentu saja dengan waktu tunggu yang cenderung cepat. Anda tak perlu menunggu komputer/laptop untuk melalui proses booting. Bagaimanapun juga, mode ini menggunakan tenaga listrik lebih banyak jika dibandingkan dengan mode Shut Down atau Hibernate.

Hibernate: Dengan mode ini, anda bisa menyimpan pekerjaan terakhir anda pada drive penyimpanan. RAM secara langsung akan memindahkan pekerjaan tersebut akan ke dalam RAM. Ketika anda menyalakan komputer anda, anda juga akan langsung terhubung dengan pekerjaan terakhir anda, namun hal tersebut tidak berlangsung lebih cepat jika dibandingkan dengan mode Sleep. Namun, tentu saja mode hibernate tidak membutuhkan tenaga listrik untuk menjaga komputer/laptop selama proses tersebut berlangsung

Jika anda meletakkan komputer anda pada mode Sleep dan saat itu posisi baterai anda sangat sedikit atau tergolong hampir habis, komputer/laptop secara langsung akan memindahkan mode Sleep ke mode Hibernate.

Waktu Shut Down, Sleep Dan Hibernate Yang Tepat

Satu hal yang harus kita pahami adalah bahwa seseorang memperlakukan komputer/laptop mereka dengan berbeda-beda. Beberapa orang sangat terbiasa untuk mematikan komputer mereka (mode Shut Down) dan tidak pernah merasakan kelebihan dalam mode Sleep dan Hibernate, beberapa juga bahkan menjalankan komputer mereka 24 jam penuh dalam 7 hari. Pada kali ini, kami akan memberikan tips menentukan kapan waktu Shut Down, Sleep dan Hibernate yang tepat.

Waktu yang tepat untuk mode Sleep

Mode Sleep sangat berguna ketika anda meninggalkan komputer dalam waktu yang sebentar. Anda bisa menggunakan mode Sleep untuk menghemat listrik dan baterai anda. Ketika anda membutuhkan komputer anda kembali, anda hanya tinggal menekan tombol power untuk memulai pekerjaan dari terakhir kali anda tutup komputer/laptop tersebut.

Waktu yang tepat untuk mode Hibernate

Hibernate menghemat tenaga lebih banyak dibandingkan dengan sleep. Jika anda ingin meninggalkan komputer anda dalam waktu yang cukup lama, seperti ingin anda tinggal tidur, anda bisa menggunakan mode Hibernate untuk menghemat tenaga listrik dan baterai komputer/laptop anda. Bagaimanapun juga, mode Hibernate membutuhkan waktu yang lebih lama dalam memulai komputer anda kembali jika dibandingkan dengan mode Sleep. Jika anda menggunakan mode Hibernate untuk komputer/laptop setiap kali anda meninggalkannya, maka anda akan menghabiskan banyak waktu untuk kembali bisa menggunakan komputer tersebut.

Waktu yang tepat untuk Shut Down

Tentu saja komputer/laptop akan mampu melakukan load lebih cepat ketika anda menggunakan mode Hibernate jika dibandingkan dengan mode Shut Down. Dengan mode Shut Down anda harus melakukan booting sistem operasi kembali. Dengan alasan tersebut, kebanyakan orang lebih memilih mode hibernate jika dibandingkan dengan mode Shut Down. Namun, pada beberapa kasus ada beberapa software yang tidak bekerja dengan benar ketika anda menggunakan mode Hibernate. Dengan begitu, mungkin anda bisa menggunakan fitur Shut Down. Shut Down bisa anda gunakan ketika anda benar-benar tidak menggunakan komputer/laptop tersebut dalam waktu yang cukup lama.

Dapat kita tarik suatu kesimpulan sebagai berikut :

Sebenarnya tenaga listrik yang dibutuhkan untuk menggunakan mode Sleep dan Hibernate bergantung pada komputer tersebut, meskipun mode Sleep biasanya memakan banyak tenaga jika dibandingkan dengan Hibernate. Beberapa orang mungkin lebih menggunakan mode Sleep jika dibandingkan dengan mode Hibernate, jadi komputer/laptop anda akan lebih cepat jika ingin digunakan kembali. Hal tersebut lebih baik ketimbang meninggalkan komputer anda berjalan selama 24 jam.