Download Lebih Cepat di Google Chrome Tanpa IDM

Salah satu penyebab yang sering dikeluhkan pengguna internet adalah proses download di Google Chrome yang terasa lambat. Kondisi ini tidak hanya menghambat produktivitas, tetapi juga membuat proses mengunduh file berukuran besar menjadi lebih lama dari yang seharusnya. Padahal, tidak semua masalah kecepatan download disebabkan oleh koneksi internet. Dalam beberapa kasus, pengaturan bawaan Google Chrome juga dapat memengaruhi performa saat mengunduh file.

Banyak pengguna memilih menggunakan aplikasi pihak ketiga seperti Internet Download Manager (IDM) untuk meningkatkan kecepatan unduhan. Namun, tahukah Anda bahwa Google Chrome sebenarnya memiliki fitur bawaan yang dapat membantu mengoptimalkan proses download tanpa perlu memasang aplikasi tambahan?

Melalui satu perubahan pengaturan sederhana, Anda dapat memanfaatkan kemampuan Chrome untuk membagi proses unduhan menjadi beberapa koneksi sekaligus (parallel downloading), sehingga kecepatan download berpotensi meningkat pada kondisi jaringan yang mendukung. Pada artikel ini, Anda akan mempelajari cara mempercepat download di Google Chrome tanpa IDM dengan langkah-langkah yang mudah, aman, dan dapat diterapkan dalam hitungan menit.

Mengapa Download di Google Chrome Bisa Lambat?
Kecepatan download tidak selalu dipengaruhi oleh koneksi internet. Ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan proses unduhan terasa lambat, di antaranya:

  • Server tempat file disimpan sedang ramai.
  • Pengaturan Google Chrome belum dioptimalkan.
  • Banyak aplikasi menggunakan koneksi internet secara bersamaan.
  • Browser belum mengaktifkan fitur percepatan download.

Salah satu fitur tersembunyi yang dapat membantu adalah Parallel Downloading.


Cara Mempercepat Download di Google Chrome Tanpa IDM
Fitur Parallel Downloading memungkinkan Google Chrome membagi proses download menjadi beberapa bagian sehingga file dapat diunduh lebih cepat pada server yang mendukung fitur tersebut.
Ikuti langkah-langkah berikut.

Langkah 1. Buka Google Chrome
  • Jalankan browser Google Chrome seperti biasa.
Langkah 2. Ketik chrome://flags
  • Klik kolom alamat (Address Bar), lalu ketik:
  • chrome://flags
  • Setelah itu tekan Enter.
  • Menu Chrome Flags akan terbuka.

Langkah 3. Cari "Parallel Downloading"
  • Pada kotak Search Flags, ketik: Parallel Downloading
  • Chrome akan menampilkan fitur tersebut secara otomatis


Langkah 4. Ubah Menjadi Enabled
  • Pada opsi Parallel Downloading, klik menu dropdown yang awalnya bertuliskan Default, kemudian pilih : Enabled
  • Dengan mengaktifkan fitur ini, Chrome dapat melakukan download menggunakan beberapa koneksi sekaligus.

Langkah 5. Restart Google Chrome
  • Klik tombol Relaunch atau Restart yang muncul di bagian bawah browser.
  • Chrome akan menutup dan terbuka kembali secara otomatis.

Apakah Cara Ini Aman?
Ya. Selama menggunakan fitur resmi Chrome Flags, metode ini relatif aman.
Namun perlu diketahui bahwa:
  • Chrome Flags merupakan fitur eksperimental.
  • Tidak semua versi Google Chrome memiliki pengaturan yang sama.
  • Pada versi terbaru, beberapa flag dapat dihapus oleh Google.
Jika suatu saat fitur ini tidak tersedia, berarti Google telah menonaktifkannya pada versi Chrome yang Anda gunakan.

Tips Agar Download Semakin Cepat
Selain mengaktifkan Parallel Downloading, Anda juga bisa mencoba beberapa tips berikut:
  • Gunakan koneksi WiFi yang stabil.
  • Tutup aplikasi yang sedang menggunakan internet.
  • Hindari download saat jaringan sedang ramai.
  • Hapus cache browser secara berkala.
  • Selalu gunakan Google Chrome versi terbaru.
  • Download file dari server yang terpercaya dan memiliki kecepatan tinggi.
Kelebihan Mempercepat Download Tanpa IDM
Mengaktifkan fitur ini memiliki beberapa keuntungan, antara lain:
  • Tidak perlu menginstal aplikasi tambahan.
  • Gratis sepenuhnya.
  • Ringan dan mudah dilakukan.
  • Aman karena menggunakan fitur bawaan Chrome.
  • Cocok untuk pengguna Windows, Linux, maupun macOS.
Kesimpulan
Mempercepat download di Google Chrome tanpa Internet Download Manager ternyata sangat mudah. Anda hanya perlu membuka halaman chrome://flags, mengaktifkan fitur Parallel Downloading, lalu me-restart browser. Walaupun hasilnya bergantung pada server dan kualitas koneksi internet, cara ini layak dicoba karena praktis, gratis, dan tidak memerlukan aplikasi tambahan.

Shutdown vs Sleep vs Hibernate: Mana yang Terbaik untuk Laptop?

Setiap kali selesai menggunakan laptop, kita sering dihadapkan pada tiga pilihan: Shutdown, Sleep, atau Hibernate. Bagi pemula, memilih opsi yang salah terus-menerus ternyata bisa memengaruhi performa perangkat.
Lalu, mana pilihan terbaik agar laptop tetap awet? Yuk, bedah satu per satu fungsinya!

Apa Perbedaan Shutdown, Sleep, dan Hibernate?

Banyak orang menganggap ketiga fitur ini sama saja karena sama-sama "mematikan" layar. Padahal, cara kerja komponen di dalamnya sangat berbeda.

1. Shutdown (Mematikan Total)
Shutdown adalah kondisi di mana sistem operasi menutup semua program dan mematikan aliran listrik ke seluruh komponen laptop.

  • Cara kerja: RAM dikosongkan total, prosesor berhenti bekerja, dan hardisk/SSD istirahat sepenuhnya.
  • Kelebihan: Membersihkan cache sistem dan memberikan waktu istirahat total bagi komponen elektronik.
2. Sleep (Mode Tidur)
Mode Sleep bekerja seperti menjeda (pause) film. Laptop tidak benar-benar mati, melainkan masuk ke mode hemat energi.
  • Cara kerja: Semua data kerjaan Anda tetap tersimpan di RAM. Komponen lain mati, tetapi RAM tetap mendapat sedikit daya listrik untuk menjaga data tersebut.
  • Kelebihan: Laptop bisa menyala kembali secara instan (hanya butuh 1–2 detik) saat layar dibuka atau tombol ditekan.
3. Hibernate (Hibernasi)
Hibernate adalah jalan tengah antara Shutdown dan Sleep. Mode ini sangat berguna namun sering dilewatkan oleh pemula.
  • Cara kerja: Dokumen dan aplikasi yang sedang terbuka dipindahkan dari RAM ke dalam penyimpanan utama (Hardisk/SSD), baru kemudian laptop mati total tanpa memakan daya listrik.
  • Kelebihan: Saat dinyalakan lagi, Anda bisa langsung melanjutkan pekerjaan terakhir tanpa menguras baterai selama laptop ditinggal.

Mana yang Lebih Baik untuk Menjaga Laptop Tetap Awet?

Tidak ada satu opsi yang mutlak terbaik untuk segala situasi. Agar laptop tetap awet, Anda harus menyesuaikannya dengan aktivitas harian Anda. Berikut adalah panduan praktisnya:

Gunakan Mode Sleep Jika:
  • Anda hanya meninggalkan laptop sebentar (misalnya untuk istirahat makan siang atau ke toilet).
  • Anda ingin langsung melanjutkan pekerjaan tanpa menunggu proses booting yang lama.
Gunakan Mode Hibernate Jika:
  • Anda ingin meninggalkan pekerjaan dalam waktu beberapa jam, tetapi tidak ingin menutup aplikasi yang sedang dibuka.
  • Baterai laptop Anda sudah low, dan Anda tidak membawa charger.
Gunakan Shutdown Jika:
  • Anda selesai menggunakan laptop di akhir hari atau tidak akan menyentuhnya dalam waktu lebih dari 24 jam.
  • Anda ingin memasukkan laptop ke dalam tas (Sangat dilarang memasukkan laptop dalam mode Sleep ke dalam tas karena berisiko overheat!).
  • Laptop mulai terasa lambat dan butuh penyegaran sistem (refresh).

Tips Tambahan agar Laptop Tidak Cepat Rusak

Selain memilih mode daya yang tepat, lakukan kebiasaan ini agar perangkat Anda berumur panjang:

  1. Jangan biarkan baterai menyentuh 0%: Segera colok charger sebelum baterai habis total.
  2. Bersihkan ventilasi udara: Debu yang menumpuk bisa membuat laptop cepat panas (overheat).
  3. Rutin lakukan Restart: Minimal seminggu sekali untuk membersihkan error kecil pada sistem operasi.

Kesimpulan

Memahami kapan harus menggunakan Shutdown, Sleep, dan Hibernate adalah langkah awal yang cerdas agar laptop tetap awet dan kinerjanya tetap ngebut. Gunakan Sleep untuk jeda singkat, Hibernate untuk jeda beberapa jam, dan Shutdown saat hari kerja Anda sudah selesai.

Punya tips lain dalam merawat laptop? Tulis di kolom komentar di bawah, ya! Jangan lupa untuk membagikan artikel ini ke teman-temanmu yang baru punya laptop baru.

Berikut artikel terkait : Kapan Waktu Shut Down, Sleep Dan Hibernate Yang Tepat ?

Mengapa Halaman Blog Tidak Terindeks Google? Ini Solusi SEO Terbaik

Sudah lelah menulis artikel panjang tetapi traffic blog tetap nol? Masalahnya bisa jadi karena halaman blog tidak terindeks Google. Tanpa terindeks performa SEO blog Anda tidak akan menghasilkan apa-apa. Yuk, cari tahu penyebab dan cara mengatasinya di bawah ini! 

Memahami Alasan Halaman Blog Tidak Terindeks Google

Sebelum masuk ke teknis perbaikan, Anda harus tahu bahwa Google menggunakan robot crawler untuk menemukan konten Anda. Jika ada satu saja aturan yang terlanggar, robot ini akan melewati halaman yang Anda miliki.

1.  Blog Masih Terbaca "Private" atau Memblokir Search Engine
Ini adalah kesalahan paling klasik bagi pemula. Di platform seperti WordPress atau Blogger, ada pengaturan yang bisa memblokir mesin pencari untuk merayapi situs Anda.

2. Belum Mengirimkan Sitemap ke Google Search Console (GSC)
Sitemap adalah peta jalan bagi Google. Jika Anda tidak menyerahkannya, Google akan butuh waktu jauh lebih lama untuk menemukan halaman blog baru Anda.

3. Konten Dianggap Duplikat atau Kurang Berkualitas
Algoritma Google sangat membenci konten hasil copy-paste atau konten yang terlalu pendek tanpa struktur SEO yang jelas.

Langkah Praktis Agar Halaman Blog Terindeks Google
Jangan panik, berikut adalah langkah-langkah mudah yang bisa langsung Anda praktikkan hari ini:
  • Cek Pengaturan Visibilitas: Jika menggunakan WordPress, buka Settings > Reading, lalu pastikan centang pada "Discourage search engines from indexing this site" sudah dimatikan.
  • Daftarkan Situs ke Google Search Console: Buat akun GSC, verifikasi blog Anda, dan segera masukkan URL sitemap Anda (biasanya situsanda.com/sitemap.xml
  • Gunakan Fitur "URL Inspection": Masukkan URL artikel yang belum terindeks ke kolom pencarian GSC, lalu klik "Request Indexing" untuk memanggil robot Google secara manual.
  • Perbaiki Kualitas Konten: Pastikan artikel Anda informatif, asli, dan menjawab kebutuhan pembaca (search intent).
Tips Tambahan untuk Optimasi SEO Jangka Panjang
Agar di masa depan setiap halaman blog terindeks Google secara otomatis dan cepat, terapkan dua strategi krusial ini:

1. Perbanyak Internal Link (Tautan Internal)
Hubungkan artikel baru Anda dari artikel lama yang sudah memiliki traffic bagus. Ini membantu robot Google berpindah dan mendeteksi halaman baru dengan lebih efisien.

2. Bangun Backlink Berkualitas (External Link)
Ketika situs web lain yang terpercaya memberikan tautan ke blog Anda, Google akan melihat blog Anda sebagai situs yang kredibel dan memprioritaskan proses indeksnya.

Kesimpulan
Masalah halaman blog tidak terindeks Google sebenarnya adalah hal yang umum di kalangan blogger pemula dan freelancer. Kunci utamanya adalah memastikan teknis dasar SEO blog Anda sudah dikonfigurasi dengan benar melalui Google Search Console dan selalu menyajikan konten yang berkualitas.

Panduan Praktis Merawat Touchpad Laptop Untuk Pengguna Baru

Banyak pengguna baru mengalami masalah navigasi akibat kursor laptop yang tiba-tiba macet atau tidak responsif saat digunakan. Kondisi ini sering disebabkan oleh kurangnya perawatan pada komponen Touchpad tersebut. Memahami cara yang tepat dalam penggunaan touchpad keseharian sangatlah penting untuk menjaga agar Touchpad tetap terjaga kondisinya. 

Perkembangan teknologi laptop sekarang sangat maju dengan fitur-fitur yang modern termasuk juga pada bagian Touchpad yang bekerja berdasarkan deteksi elektrostatik kapasitif yang sangat sensitif terhadap kelembapan dan gesekan jari pengguna. Dimana sensor pada bagian bawah permukaan mendeteksi perubahan muatan listrik saat kulit bersentuhan dengan area kerja dari Touchpad itu sendiri.

Gangguan pada kelancaran sensitivitas Touchpad sering kali diakibatkan oleh penumpukan debu-debu atau partikel yang sangat kecil dan halus. Kondisi seperti itu bermula dari sentuhan jari Kita yang kurang bersih dengan Touchpad semisal sisa minyak dari makanan, kelembapan keringat, serta partikel debu halus dapat menciptakan lapisan penghalang hantaran elektrostatik tersebut hal tersebut dapat menurunkan sensitivitas Touchpad. Selain itu tekanan fisik yang terlalu keras saat penggunaan navigasi juga berisiko merusak switch klik kiri dan klik kanan. 

Ketahanan Touchpad juga berbeda-beda sesuai dengan bahan yang digunakan. Pada Touchpad dengan Lapisan kaca (glass trackpad) yang biasanya ditemukan pada laptop dengan kelas menengah keatas memiliki ketahanan terhadap korosi bahan kimiawi namun rentan retak jika terkena benturan. Sebaliknya permukaan plastik pada laptop yang biasanya digunakan kelas menengah ke bawah lebih rentan mengalami korosi kimia jika terkena pelarut organik yang keras.

Panduan Memilih Cairan dan Alat Pembersih yang Aman

Upaya merawat Touchpad laptop harus didasari oleh pemilihan bahan pembersih yang tepat. Kesalahan penggunaan cairan kimia dapat merusak lapisan oleofobik pelindung atau merusak sirkuit internal dari Touchpad tersebut.

Perbandingan Karakteristik Cairan Pembersih

Penggunaan cairan pembersih harus disesuaikan dengan jenis noda dan material laptop guna meminimalkan risiko kerusakan jangka panjang.

Peralatan Penunjang yang Diperlukan

Selain cairan beberapa alat fisik diperlukan untuk menjangkau celah-celah sempit tanpa menyebabkan goresan pada Touchpad.

  • Kain Mikrofiber
  • Hand Blower
  • Kuas Berbulu Halus & Tusuk Gigi Tumpul
  • Penyerap Kapas (Cotton Swabs)
Prosedur Langkah Demi Langkah Merawat Toucpad Laptop
Berikut cara membersihkan Touchpad yang baik dan benar. Ini dilakukan setidaknya dilakukan sekali dalam sebulan.


Penanganan Kasus Khusus dan Deteksi Keausan
Ada kalanya pengguna menghadapi kondisi di mana touchpad tidak sekadar kotor melainkan menunjukkan tanda-tanda kerusakan fisik atau penurunan fungsi akibat kecelakaan pembersihan.

Mengidentifikasi Mengkilap Atau Kotoran Lemak
Seiring berjalannya waktu penggunaan pada area tengah touchpad sering kali tampak mengkilap. Untuk memastikan apakah mengkilap tersebut disebabkan oleh minyak atau karena kerusakan fisik, bersihkan tangan menggunakan sabun, keringkan, lalu usap permukaan touchpad. Jika tidak ada rasa lengket atau residu berminyak yang tertinggal di jari, maka efek kilap tersebut murni disebabkan oleh abrasi fisik partikel plastik yang menipis. Kondisi seperti ini tidak dapat dibersihkan dan hanya bisa diatasi dengan memasang stiker pelindung (touchpad skin) baru atau mengganti unit penutup atas secara keseluruhan.

Tindakan Darurat saat Terkena Tumpahan Cairan
Jika laptop terkena air atau ketumbahan minuman langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mematikan paksa sistem dengan menekan tombol daya selama beberapa detik sampai laptop mati dan lepas semua koneksi listrik. Ambil kain mikrofiber kering lalu tempelkan secara perlahan pada area basah untuk menyerap cairan. Hindari gerakan menekan atau menggosok ke kanan-kiri karena gerakan tersebut justru akan mendorong cairan tersebut masuk lebih dalam ke sela-sela lubang sekitar touchpad tersebut. Biarkan laptop tersebut kering dengan sendirinya dan posisikan terbalik di ruangan dengan sirkulasi udara baik selama minimal 24-48 jam sebelum dicoba untuk dihidupkan kembali.

Pemulihan Malfungsi Akibat Residu Kimia
Beberapa jenis cairan pembersih kacamata atau tisu basah dapat meninggalkan lapisan film transparan non-konduktif yang membuat touchpad tidak sensitif. Untuk melarutkan lapisan residu ini gunakan sedikit isopropil alkohol 75% pada kain mikrofiber dan usap pada area touchpad dengan sangat lembut, lalu keringkan.

Pemecahan Masalah Kursor Macet dan Kegagalan Sistem
Malfungsi touchpad tidak selalu disebabkan oleh kotoran fisik. Sering kali, kendala navigasi berasal dari permasalahan perangkat lunak atau konfigurasi sistem operasi yang tidak sengaja berubah.

Diagnostik Awal 
Sebelum membawa laptop ke pusat servis lakukan beberapa langkah pengujian sistem secara mandiri :
  • Periksa Tombol Pengunci Fungsi (Fn Key) : Sebagian besar produsen laptop menyediakan tombol pintas cepat untuk mematikan touchpad demi kenyamanan saat digunakan mengetik panjang. Coba tekan kombinasi antara tombol Fn bersamaan dengan tombol fungsi touchpad seperti F7 atau F0 tergantung merk laptop.
  • Putuskan Koneksi Perangkat Penunjuk Eksternal : Mouse nirkabel, Usb Hub, Flashdisk ,Gamepad eksternal sering kali memicu permasalahan input. Cabut semua perangkat USB eksternal tersebut untuk melihat apakah kontrol navigasi kembali normal atau tidak.
  • Pengaturan Sistem Operasi : Di Windows 11 akses menu Start -> Settings -> Bluetooth & devices -> Touchpad. Pastikan toggle utama berada dalam posisi "On". Jika kursor bergerak terlalu lambat, tingkatkan sensitivitas ke tingkat yang lebih tinggi melalui menu slider yang tersedia.
Pemulihan Driver dan Pengujian Tingkat Lanjut
  1. Tekan tombol Win + X pada keyboard, lalu pilih Device Manager menggunakan tombol panah dan tekan Enter.
  2. Navigasikan ke bagian "Mice and other pointing devices".
  3. Klik kanan lalu pilih Uninstall device jangan centang kotak penghapusan permanen driver jika ditanyakan.
  4. Lakukan restart laptop dengan menekan Alt + F4 pada desktop dan memilih restart. Setelah sistem menyala kembali Windows akan otomatis mendeteksi perangkat keras baru dan memasang ulang driver bersih.
Guna memastikan apakah kerusakan terjadi pada perangkat keras atau sekadar sistem operasi lakukan pengujian UEFI. Matikan laptop sepenuhnya lalu nyalakan kembali, pada saat booting awal tekan tombol F2 atau Del secara berulang untuk masuk ke menu BIOS/UEFI. 
Karena UEFI beroperasi secara terpisah di luar sistem Windows, kita berada pada BIOS/UEFI navigasi touchpad bisa digunakan berarti kerusakan disebabkan oleh kesalahan perangkat lunak di dalam Windows. Sebaliknya, jika kursor tetap mati di menu UEFI, maka telah terjadi kerusakan fisik pada modul touchpad.

Kebiasaan Sehari-hari untuk Menjaga Longevitas Perangkat
Rata-rata masa pakai laptop dalam keadaan yang prima berkisar antara 3-5 tahun, kebiasaan penggunaan yang baik akan sangat membantu mempertahankan kondisi laptop yang prima lebih lama.
  1. Atur Jarak dengan Makanan dan Minuman : Tempatkan gelas minum minimal sejarak 20-30 cm dari laptop. Gunakan meja laptop atau dudukan laptop untuk membuat posisi laptop yang terangkat akan meminimalisir dampak limpahan air jika terjadi kecelakaan.
  2. Hindari Tekanan Berlebih Saat Tertutup : Jangan meletakkan buku atau barang yang berat di atas permukaan laptop yang tertutup. Tekanan secara terus-menerus pada penutup laptop dapat membengkokkan keyboard dan merusak komponen hardware Toucpad.
  3. Matikan Laptop Sebelum Disimpan Kedalam Tas : Jangan pernah memasukkan laptop yang masih berada dalam mode Sleep ke dalam tas. Laptop yang terus menyala di ruang tertutup akan menghasilkan panas berlebih yang dapat merusak lem pelindung baterai serta merusak kabel fleksibel touchpad.
Kesimpulan
Merawat Toucpad laptop merupakan investasi sederhana namun sangat penting yang harus dibiasakan oleh setiap pengguna. Melalui pembersihan berkala menggunakan air terdistilasi, menghindari cairan kimia korosif, serta memahami langkah-langkah dalam penggunaan laptop dapat menghemat biaya perawatan dan menjaga responsivitas Touchpad tetap prima dalam jangka panjang. Mulailah menerapkan rutinitas perawatan fisik ini secara berkala setiap bulan demi kenyamanan dalam penggunaan laptop.

Penyebab Touchpad Laptop Tidak Berfungsi

Touchpad merupakan salah satu kompoten yang berperan penting pada laptop. Sebagai pengganti peran mouse, touchpad memberikan kemudahan setiap pengguna laptop untuk mengklik suatu aplikasi atau file apapun. Maka itu, saat touchpad mengalami gangguan yang membuatnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, pasti mengganggu kenyamanan dalam melakukan kegiatan komputasi.

Tahukah Sobat fakta berikut?

80% pengguna memakai Touchpad dari pada Mouse Eksternal di Laptop yang mereka pakai, kecuali untuk alasan-alasan tertentu. Maka bisa dipastikan Touchpad merupakan sebuah fitur penting yang semua pengguna harus jaga.

Namun sayangnya tidak sedikit juga yang mengalami beberapa masalah terkait Touchpad. Contohnya seperti Touchpad Laptop tidak berfungsi, Biasanya terdapat ciri Touchpad tidak bisa digerakkan namun untuk klik kiri dan kanan masih aktif.

Penyebab Touchpad Laptop Tidak Berfungsi

Penyebab touchpad laptop yang tidak berfungsi bisa didasar beberapa hal. Namun kemungkinan besarnya berasal dari :

-Touchpad laptop tekunci

-Touchpad laptop kotor

-Driver belum terinstal atau driver minta update

-Priksa kabel flexible touchpad

-Kerusakan komponen hardware

1. Touchpad laptop tekunci

Touchpad tidak aktif bisa disebabkan karena terkunci secara tidak sengaja. banyak yang belum mengetahui hal ini. kunci touchpad ini aksesnya menggunakan kimbinasi tombol keyboard. dan kita bisa menonaktifkanya kembali untuk mengatasi touchpad laptop yang tidak berfungsi.

ingin lebih jelas coba cek langsung saja keyboard di laptop Anda. kalau ada ciri sebuah simbol toucpad berarti itulah tombolnya. cara mengaktifkanya tekan tombol

fn + f5, fn+f6, fn+f7

Gak ada yaa ? Via Control Panel

Juka tombol tersebut di keyboard kamu gak ada coba pakai cara masuk ke control panel - hardware - mouse properties. Nah disitu kamu bakalan menemukan menu paling kanan berarti si touchpad aktif, hilangkan centang bagian tengah agar touchpad tidak disable.



2. Touchpad laptop kotor
Touchpad kotor merupakan masalah umum yang sering dijumapi akbat penggunaan sehari-hari. Ini bisa terjadi karena bersentuhan langsung dengan kulit Kita bisa saja kotor masuk kedalam lubang kecil dan terjadi penumpukan sehingga performa touchpad terhambat atau bahkan sampe tidak ada respon.

Untuk membersihkan touchpad dari kotoran, Anda cukup membuka cover pada laptop dan membersihkan debu-debu yang ada disekitaran touchpad tersebut.

3. Driver belum terinstal atau driver minta update
driver toucpad memang sudah tersedia tanpa perlu kita install sama sekali. walau begitu kita bisa mengupdatenya kalau memang perlu. karena bisa sangat membantu untuk berabagai hal, terutama mengatasi touchpad yang bermasalah atau tidak aktif. Kalau update belum berhasil bisa coba juga uninstall driver touchpad. Untuk uninstallnya sendiri bisa dilakukan lewat Device Manager sama seperti sebelumnya. Apakah aman ? Aman walau kita uninstall (hapus), driver touchpad akan otomatis terinstall kembali jika laptop dinyalakan ulang.

4. Priksa kabel flexible touchpad
Langkah selanjutnya juga masih belum berhasil adalah dengan memeriksa kabel flexible touchpad, pastikan kabel terpasang dengan benar, biasanya touchpad tidak bisa dikarenakn kabel flexible mengalami kerusakan. Pastikan kabel flexibel tersebut tidak ada yang sobek, pastikan juga kabel tidak terjepit dan posisikan kabel flexibel tersebut tidak tertekuk.

5. Kerusakan komponen hardware
Seudah mencoba semua solusi tapi belum berhasil juga, ada kemungkinan touchpad laptop anda rusak. kalau rusak seperti ini biaanya asalnya sudah dari komponen dan kalau rusak komponen besar kemungkinan akan sulit kalau diperbaiki sendiri. bawalah ke tukang serivce.


Cara Mudah dan Ampuh Mengamankan Laptop dari Serangan Malware

Zaman sekarang hampir semua orang mempunyai Laptop maupun komputer. Laptop sendiri sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita semua, kegunaan laptop sangat beragam mulai dari urusan pekerjaan, kuliah, hingga hiburan. Namun seiring dengan tingginya aktivitas digital yang kita lakukan tentunya perangkat yang kita gunakan memiliki risiko yang juga semakin tinggi untuk dapat terserang Malware seperti Virus, Ransomware, atau Spyware.

Tentu saja Kita tidak boleh menganggap remeh hal semacam ini, karena jika tidak waspada bisa saja data pribadi yang Kita miliki bisa dicuri dengan mudah dan juga tidak menutup kemungkinan Sistem Operasi yang Kita gunakan bisa rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Untuk itu Kita tidak boleh meremehkan permasalahan ini, berikut adalah beberapa langkah yang mudah dan efektif untuk Mengamankan Laptop Anda Dari Serangan Malware.

1. Memperbarui Sistem Operasi

Ini adalah langkah yang paling mudah dan efektif dengan cara selalu menjaga Sistem Operasi yang Kita gunakan up-to-date. Namun banyak orang yang malas untuk mengupdate Sistem Operasi yang digunakan, padahal dengan kita selalu memperbarui update Sistem Operasi menutup celah yang biasanya digunakan oleh peretas untuk masuk menjadai sangat kecil atau bahkan tidak bisa sama sekali. 

Cukup dengan mengaktifkan fitur Auto Update yang ada pada Sistem Operasi ketika perangkat yang digunakan terhubung dengan internet secara otomatis Sistem Operasi akan mendeteksi dengan melakukan pembaruan.Pembaruan atau Update yang dimaksud tidak hanya membawa fitur-fitur yang baru saja melainkan juga membawa Security Patch untu menutupi celah-celah atau bug yang berhasil ditemukan oleh developer.

Selain pembaruan otomatis pada Sistem Operasi, Anda juga dapat melakukan hal yang sama pada bowser yang digunakan, sebagai contoh jika dalam keseharian menggunakan browser Chome dan Firefox, maka pastikan fitur Auto Update sudah aktif.

2. Optimalkan Antivurs Yang Sudah Ada

Jika Anda adalah pengguna Windows maka pastinya memiliki Antivirus bawaan yakni Windows Security. Anda tidak perlu membeli Antivurs yang mahal karena Sistem Operasi yang sekarang ini sudah memiliki Sistem Pertahanan yang bagus.

Windows Security sudah sangat bagus sekali dalam mendeteksi dan memblokir Malware secara real-time. Hal yang perlu diperhatikan untuk selalu mengaktifkan Antivirus bawaan tesebut, jangan pernah mematikan Antivurs tersebut terutama pada saat menginstall suatu aplikasi.

3. Hindari Menginstal Software Ilegal

Hal yang paling sering suatu Sistem Operasi terkena Malware, Virus, Ransomware adalah dengan cara mendownload dan menginstall aplikasi yang tidak resmi apalagi mendownload pada website yang tidak jelas. Kenapa itu bisa terjadi? 

Saat Kita mendownload aplikasi, patch, crack, keygen atau sejenis lainnya untuk membuat aplikasi berbayar menjadai gratis, secara tidak langsung Kita telah memberikan ijin kepada program asing untuk masuk ke dalam Sistem Operasi yang digunakan. 

4. Waspadi Tautan Link

Ketika menggunakan internet Anda harus waspada terhadap tautan link yang tiba-tiba membuka halaman baru sendiri dengan tujuan  untuk memancing korban agar mengunduh file yang berbahaya teknik seperti ini disebut Phishing.

Jangan pernah sekali-kali membuka tautan link yang dirasa kita tidak jelas asal-usulnya, terutama yang memiliki ekstensi  seperti : .exe, .scr atau .vbs.

5. Pastikan Jaringan Internet Jelas Kepemilikannya

Jika Anda berada diluar dan sedang terhubung dengan internet pastikan Anda terhubung dengan Wi-Fi yang jelas kepemilikannya, sebagai contoh ketika Anda berada di Taman jangan asal menggunakan Wi-Fi gratis dikarenakan jaringan publik yang tidak dipassword sangat rentan terhhadap serangan Malware mapun Virus.

Jika Anda terpaksa menggunakan Wi-Fi publik ? Lebih baik menggunakan VPN yang terpercaya untuk melindungi data Anda. Dan jangan pernah melakukan transaksi perbankan atau login ke akun sensitif saat terhubung ke Wi-Fi publik.

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Tentang VPN

6. Back-Up Data Secara Berkala

Langkah pencagehan terbaik dari ancaman Malwar, Virus, Ransomware adalah dengan membackup data yang dimiliki, dengan memiliki salinan data ketika Laptop Anda terinfeksi dan data tidak bisa dibuka maka Anda tidak perlu panik karena sudah memiliki Back-UP data sebelumnya

Mengamankan laptop, komputer dari serangan Malware sebenarnya tidak membutuhkan keahlian khusus. Hal yang paling dibutuhkan adalah kedisiplinan dan kewaspadaan saat menjelajahi dunia maya. Dengan menerapkan poin-poin yang sudah dijelaskan sebelumnya laptop maupun komputer Anda akan jauh lebih aman dan tentunya akan menjaga performanya tetap terjaga secara optimal.

Mengapa Komputer atau Laptop Bisa Terkena Malware? Kenali Celahnya Sebelum Terlambat

Pernahkah Anda mendapati komputer ataupun laptop tiba-tiba berjalan sangat lambat sekali tidak seperti biasanya, tiba-tiba bermuncul iklan pop-up aneh secara terus-menerus muncul meskipun sudah ditutup, bahkan yang lebih parahnya lagi beberapa file penting yang Kita miliki terkunci dan tidak bisa dibuka, ada juga kasus dimana beberapa file yang Kita simpan tiba-tiba berubah ekstensi file contoh file photo dari photo_anda.jpg terdapat tambahan lagi menjadi photo_anda.jpg.scr.

Jika Anda mengalami kejadian seperti diatas, maka kemungkinan besar perangkat yang Anda gunakan sedang terinfeksi malware atau bahasa lainnya adala Malicious Software.

Malware tidak dapat muncul begitu saja pada perangkat yang Anda gunakan. Namun terdapat celah yang bisa ada pada sistem operasi yang digunakan maupun kelalaian dari pengguna itu sendiri.

Mari Kita bahas bersama Alasan Utama Perangkat Keras Yang Kita Gunakan Bisa terkena Malware

  • Menginstal Aplikasi Bajakan 

Penyebab yang paling sering terjadi adalah pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi bajakan atau palsu, terutama ketiak saat mengunduh aplikasi tersebut dari website atau situs yang tidak resmi. Sebagai contoh Anda mendownload film gratisan dari website tidak resmi, bisa juga ketika Anda mendownload game dimana terdapat crack yang ternyata didalamnya sudah terdapat Malware.

Biasanya Malware dibuat dan disisipkan kode berbahaya ke dalam file atau crack atupun patch. Sehingga ketika Anda menjalankan aplikasi tersebut Malware secara otomatis akan langsung terinstal tanpa adanya interface atau tampilan layaknya ketika kita sedang menginstall program secara normal.

  • Terjebak Taktik Phishing (Email dan Tautan Palsu)

Phishing adalah teknik penipuan di mana pelaku menyamar sebagai instansi resmi contoh seperti bank, layanan ekspedisi, atau bahkan rekan kerja untuk memancing Anda mengklik dan mengunduh lampiran pada tautan yang dikirim pada email maupun kontak yang diperoleh oleh pelaku. Dimana lampiran tersebut sangat berbahaya sebagai contoh : File dengan ekstensi seperti .exe, .scr, atau bahkan dokumen Office berformat .docm yang mengandung macro jahat.

Tautan Palsu tersebut mengarahkan Anda langsung membuka suatu situs web dan ketika halaman website tersebut terbuka maka secara otomatis perangkat keras yang Anda gunakan akan mengunduh Malware.

  • Tidak pernah melakukan Update Sistem Operasi

Ini adalaha hal yang sering orang lakukan, dimana banyak orang tidak mau atau malas untuk memperbarui Sistem Operasi yang dimiliki. Banyak yang sering menekan tombol "Remind me later" saat terdapat notifikasi update Windows mapun macOS, atau Sistem Operasi yang lainnya. Padahal menunda update adalah suatu kesalahan besar. Dengan Kita melakukan update secara berkala maka Sistem Operasi yang kita gunakan akan jauh lebih terlindungi dari pada tidak pernah melakukan update sama sekali.

Meskipun dimikian tidak memungkian terhindar dari Malware. Setiap Sistem Operasi pasti memiliki celah keamanan atau yang bisa kerennya Vulnerability. Para pengembang merilis update atau patch tentu memiliki maksud dan tujuan. Jika Anda jarang memperbarui Sistem Operasi, Maka kemungkinan peretas bisa memanfaatkan celah lama tersebut untuk menyusupkan Malware ke laptop Anda dengan sangat mudah.

  • Terular Oleh Perangkat Fisik yang Sudah Terinfeksi

Malware tidak hanya menyebar lewat internet, tetapi juga lewat jalur fisik seperti Flashdisk, hardisk eksternal, atau kartu memori yang sering dicolokkan ke sembarang komputer sebagai contoh di tempat fotokopi atau warnet sangat rentan membawa virus jenis worm atau trojan. Begitu media penyimpanan ini dicolokkan ke laptop Anda, malware akan langsung mengeksekusi dirinya sendiri.

  • Mengklik Iklan Sembarangan
Kasus ini sering terjadi ketika Kita sedang berselancar di internet namun tiba-tiba muncul pop up iklan yang mengatakan "Laptop Anda terinfeksi 3 Virus Yang Berbahaya! Klik di sini untuk membesihkan?"

Itu adalah trik yang  digunakan untuk menakut-nakuti, Anda tidak perlu panik ketika menjumpai hal semacam ini, dikarenakan Iklan tersebut sebenarnya adalah Malware itu sendiri. Jika Anda panik dan ternyata mengklik Iklan tersebut maka Anda akan dibawa kehalaman baru untuk mengunduh sutatu program yang berbahaya.


Rangkuman yang dapat Kita pelajari sebagai berikut :
Kebanyakan penularan Malware terjadi karena adanya interaksi dari pengguna ketika sedang menggunakan internet seperti mengklik pada website yang ilegal, mengunduh aplikasi bajakan atau juga dikarenakan mengabaikan keamanan dengan tidak pernah melakukan update Sistem Operasi. 

Anda juga dapat memasang antivirus yang handal untuk melindungi data anda dari file-file atau aplikasi yang bebahaya. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian Anda saat berselancar di internet adalah benteng pertahanan yang paling utama.