Mengembalikan Harddisk Eksternal Terbaca Tetapi Tidak Bisa Di Buka

Harddisk External merupakan salah satu kebutuhan yang dapat memudahkan kita dalam melakukan penyimpanan data dengan kemudahan yang dapat dibawa kemana-mana serta juga kapasitasnya yang kini sudah sangat besar. 

Bukan tanpa resiko Harddisk eksternal juga lebih rentan dibangingkan dengan Harddisk Internal, tentu saja faktor paling utama adalah dikarenakan sering berpindah-pindah tempat, sering digunakan pada device yang berbeda-beda.

Tentu saja permasalahan error pun sering kita jumpai salah satunya adalah seperti pada gambar dibawah ini :

harddisk tidak terbaca, harddisk blank, harddisk terbaca tapi tidak bisa dibuka
Pada gambar di atas tepat nya pada kolom merah Harddisk Eksternal Terbaca Namun Tidak Bisa Di Buka, ini dikarenakan permasalahan user authentication yang sering berpindah pindah-pindah device.

Lalu bagaimana caranya mengatasi Authenticated user Access denied ? Berikut kita semiak bersama langkah-langkahnya :

  1. Klik kanan pilih Properties
  2. Tab dan pilih pada bagian Security
  3. Selanjutnya pilih Edit maka akan muncul tampilan menu Permissions for (nama harddisk)
  4. Pilih Add pada kolom Enter the object names to select ketikan "Authenticated User" dan pilih ok
  5. langkah terakhir klik Apply dan jika ada Error Applying Security pilih saja Continue

Maka Harddisk akan kembali normal seperti biasanya. Demikianlah sedikit informasi mengenai Bagaimana Caranya Mengembalikan Harddisk Eksternal Terbaca Tetapi Tidak Bisa Di Buka sekian dan terima kasih.

Kenali Perbedaan Dan Kegunaan Power Saver, Balanced, High Performance

Sering mengalami baterai laptop atau notebook cepat habis ? Mungkin ini bisa saja terjadi dikarenakan salah dalam pemilihan Power Plan, yang dimaksud Power Plan adalah merupakan salah satu fitur pada sistem operasi windows yang berguna untuk mengatur kinerja dan performa hardware pada suatu device yang kita miliki.

Dalam pemilihan Power Plan tidak bisa di anggap remeh ini dabat mengakibatkan komputer bekerja tidak sesuai dengan apa yang dibutuhkan dalam arti

Pengaturan dan pemilihan Power Plan yang salah bisa mengakibatkan komputer bekerja terlalu maksimal dari yang dibutuhkan sehingga membutuhkan konsumsi daya listrik yang tinggi atau sebaliknya,
dapat menghemat daya listrik namun kinerja komputer atau laptop tidak dapat maksimal.
Untuk itu sangat penting untuk dapat mengatur dan memilih pengaturan pada Power Plan yang sesuai dengan kebutuhan kegiatan penggunaan komputer yang diperlukan

terdapat 3 kategori yakni Power Saver, Balanced, High Performance yang tentunya memiliki keunggulan yang berbeda-beda, berikut akan dijelaskan lebih lanjut ;


1. Power Saver

Pada pemilihan Power Saver tidak terlalu membutuhkan kinerja komputer yang tinggi pada pengaturan Power Plan ini sangat direkomendasikan untuk penggunaan komputer yang sangat minim kerjanya contoh digunakan untuk melakukan pengetikan dokumen, melihat video dan sejenisnya. Power Saver sangat sesuai untuk laptop jika dalam keadaan ingin menghemat baterai agar tidak cepat habis.

Sangat tidak direkomendasikan untuk penggunaan multitasking dan juga untuk bermain game, jika dalam keadaan tersebut menggunakan Power Saver maka dipastikan akan mengalami Not Responding dan bahkan akan tertutup secara otomatis.


2. Balanced

Pada pemililhan Balanced ini dapat disesuaikan untuk kegiatan secara normal yang direkomendasikan untuk penggunaan sehari-hari. Power Plan Balanced ini sangat direkomendasikan dari pada yang lain dikarenakan pada Power Plan ini akan secara otomatis menyeimbangkan kinerja dengan konsumsi energi yang pada perangkat keras.

Pada Power Plan ini kita dapat melakukan multitasking bahkan bermain game yang membutuhkan spesifikasi besar pun juga bisa meskipun tidak maximal dalam mengoptimalkan hardware pada device yang digunakan.

3. High Performance

Pada pemilihan High Performance ini mendukung semua kinerja dengan mengoptimalkan hardware dari device yang digunakan akan tetapi membutuhkan energi yang banyak. Pemilihan High Performance ini sangat direkomendasikan jika sedang melakukan pengeditan video, grafis, bermain game dan sejenis nya yang membutuhkan kinerja yang maximal.


Demikian sedikit penjelasan mengenai tentang Perbedaan Dan Kegunaan Power Saver, Balanced, High Performance semoga dengan artikel ini dapat memberikan gambar lebih jelas dalam penentuan Power Plan yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Disabled Background Processes Pada Adobe

Istilah nama Adobe tentunya sangat familiar dikalangan kita yang mana memiliki berbagai banyak jenis Adobe dari Adobe flash player, Adobe Acrobat, Adobe Photoshop, hingga jenis Adobe yang digunakan untuk melakukan editing maupun desain dan sebagai lainnya, yang mana tentunya memiliki kegunaan dan ke unggulan yang berbeda-beda.

Tapi taukah kamu bahwa pada setiap installasi Adobe baik itu Photoshop sampai Adobe yang digunakan untuk melakukan desain dan sejenisnya Adobe juga secara otomatis akan berjalan sendiri disetiap Komputer maupun laptop dihidupkan. ini tentunya akan membuat proses booting menjadi lamban bahkan bisa jadi mengganggu proses yang lain yang dapat mengakibatkan Error, Not Responding.

Seperti pada gambar dibawah ini terdapat 5 komponent dari Adobe ketika saya telah menginstall Adobe Premier Pro. tentunya ini menjadikan kerja prosesor bertambah. 


Setelah mengetahui kejadian tersebut pertanyaanpun muncul Bagaimana Cara Mematikan Background Processes Pada Adobe? Berikut ini penjelsan sebagai berikut :

1. Task Manager
kita dapat membuka Task Manager dengan berbagai cara. Ada dua cara yang sering digunakan yakni dengan menekan CTRL+ALT+DELETE dan akan ada menu pilihan, selanjutnya tinggal pilih Task Manager. Cara yang lain adalah dengan melakukan klik kanan pada Toolbars yang ada dibawah selanjutnya tinggal pilih Task Manager.

Dapat dilihat pada gambar dibawah ini yakni pada kolom kotak merah yang menunjukan 3 buah dari komponen Adobe yang berjalan secara otomatis disetiap komputer atau leptop dinyalakan. 
Tinggal harus merubah ketiga setting dari enabled menjadi disabled.


2. Services.msc
Selanjutnya adalah kita harus Mematikan Background  Processes, caranya cukup mudah kita hanya perlu membuka services.msc dengan mengetikan pada kotakan kolon start. Setalah jendela services.msc terbuka maka pada bagian atas terdapat 4 komponen dari Adobe yang telah disintall sebelumnya. cukup dengan mengganti dari enabled menjadi disabled dengan ketentuan harus di STOP pada properties komponen dari Adobe tersebut.




Perlunya dimatikan  Background Processes Pada Adobe ini adalah dikarenakan tidak terpakainya adobe sehingga lebih baik mematikan untuk menghemat beban kerja processor milik kita. Sekian sedikit penjelasan dan Cara Bagaimana  Mematikan Background Processes Pada Adobe.