Tampilkan postingan dengan label malware. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label malware. Tampilkan semua postingan

Cara Mudah dan Ampuh Mengamankan Laptop dari Serangan Malware

22 Mei Comment

Zaman sekarang hampir semua orang mempunyai Laptop maupun komputer. Laptop sendiri sudah menjadi bagian dari hidup yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan kita semua, kegunaan laptop sangat beragam mulai dari urusan pekerjaan, kuliah, hingga hiburan. Namun seiring dengan tingginya aktivitas digital yang kita lakukan tentunya perangkat yang kita gunakan memiliki risiko yang juga semakin tinggi untuk dapat terserang Malware seperti Virus, Ransomware, atau Spyware.

Tentu saja Kita tidak boleh menganggap remeh hal semacam ini, karena jika tidak waspada bisa saja data pribadi yang Kita miliki bisa dicuri dengan mudah dan juga tidak menutup kemungkinan Sistem Operasi yang Kita gunakan bisa rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi. Untuk itu Kita tidak boleh meremehkan permasalahan ini, berikut adalah beberapa langkah yang mudah dan efektif untuk Mengamankan Laptop Anda Dari Serangan Malware.

1. Memperbarui Sistem Operasi

Ini adalah langkah yang paling mudah dan efektif dengan cara selalu menjaga Sistem Operasi yang Kita gunakan up-to-date. Namun banyak orang yang malas untuk mengupdate Sistem Operasi yang digunakan, padahal dengan kita selalu memperbarui update Sistem Operasi menutup celah yang biasanya digunakan oleh peretas untuk masuk menjadai sangat kecil atau bahkan tidak bisa sama sekali. 

Cukup dengan mengaktifkan fitur Auto Update yang ada pada Sistem Operasi ketika perangkat yang digunakan terhubung dengan internet secara otomatis Sistem Operasi akan mendeteksi dengan melakukan pembaruan.Pembaruan atau Update yang dimaksud tidak hanya membawa fitur-fitur yang baru saja melainkan juga membawa Security Patch untu menutupi celah-celah atau bug yang berhasil ditemukan oleh developer.

Selain pembaruan otomatis pada Sistem Operasi, Anda juga dapat melakukan hal yang sama pada bowser yang digunakan, sebagai contoh jika dalam keseharian menggunakan browser Chome dan Firefox, maka pastikan fitur Auto Update sudah aktif.

2. Optimalkan Antivurs Yang Sudah Ada

Jika Anda adalah pengguna Windows maka pastinya memiliki Antivirus bawaan yakni Windows Security. Anda tidak perlu membeli Antivurs yang mahal karena Sistem Operasi yang sekarang ini sudah memiliki Sistem Pertahanan yang bagus.

Windows Security sudah sangat bagus sekali dalam mendeteksi dan memblokir Malware secara real-time. Hal yang perlu diperhatikan untuk selalu mengaktifkan Antivirus bawaan tesebut, jangan pernah mematikan Antivurs tersebut terutama pada saat menginstall suatu aplikasi.

3. Hindari Menginstal Software Ilegal

Hal yang paling sering suatu Sistem Operasi terkena Malware, Virus, Ransomware adalah dengan cara mendownload dan menginstall aplikasi yang tidak resmi apalagi mendownload pada website yang tidak jelas. Kenapa itu bisa terjadi? 

Saat Kita mendownload aplikasi, patch, crack, keygen atau sejenis lainnya untuk membuat aplikasi berbayar menjadai gratis, secara tidak langsung Kita telah memberikan ijin kepada program asing untuk masuk ke dalam Sistem Operasi yang digunakan. 

4. Waspadi Tautan Link

Ketika menggunakan internet Anda harus waspada terhadap tautan link yang tiba-tiba membuka halaman baru sendiri dengan tujuan  untuk memancing korban agar mengunduh file yang berbahaya teknik seperti ini disebut Phishing.

Jangan pernah sekali-kali membuka tautan link yang dirasa kita tidak jelas asal-usulnya, terutama yang memiliki ekstensi  seperti : .exe, .scr atau .vbs.

5. Pastikan Jaringan Internet Jelas Kepemilikannya

Jika Anda berada diluar dan sedang terhubung dengan internet pastikan Anda terhubung dengan Wi-Fi yang jelas kepemilikannya, sebagai contoh ketika Anda berada di Taman jangan asal menggunakan Wi-Fi gratis dikarenakan jaringan publik yang tidak dipassword sangat rentan terhhadap serangan Malware mapun Virus.

Jika Anda terpaksa menggunakan Wi-Fi publik ? Lebih baik menggunakan VPN yang terpercaya untuk melindungi data Anda. Dan jangan pernah melakukan transaksi perbankan atau login ke akun sensitif saat terhubung ke Wi-Fi publik.

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Tentang VPN

6. Back-Up Data Secara Berkala

Langkah pencagehan terbaik dari ancaman Malwar, Virus, Ransomware adalah dengan membackup data yang dimiliki, dengan memiliki salinan data ketika Laptop Anda terinfeksi dan data tidak bisa dibuka maka Anda tidak perlu panik karena sudah memiliki Back-UP data sebelumnya

Mengamankan laptop, komputer dari serangan Malware sebenarnya tidak membutuhkan keahlian khusus. Hal yang paling dibutuhkan adalah kedisiplinan dan kewaspadaan saat menjelajahi dunia maya. Dengan menerapkan poin-poin yang sudah dijelaskan sebelumnya laptop maupun komputer Anda akan jauh lebih aman dan tentunya akan menjaga performanya tetap terjaga secara optimal.

Mengapa Komputer atau Laptop Bisa Terkena Malware? Kenali Celahnya Sebelum Terlambat

20 Mei Comment

Pernahkah Anda mendapati komputer ataupun laptop tiba-tiba berjalan sangat lambat sekali tidak seperti biasanya, tiba-tiba bermuncul iklan pop-up aneh secara terus-menerus muncul meskipun sudah ditutup, bahkan yang lebih parahnya lagi beberapa file penting yang Kita miliki terkunci dan tidak bisa dibuka, ada juga kasus dimana beberapa file yang Kita simpan tiba-tiba berubah ekstensi file contoh file photo dari photo_anda.jpg terdapat tambahan lagi menjadi photo_anda.jpg.scr.

Jika Anda mengalami kejadian seperti diatas, maka kemungkinan besar perangkat yang Anda gunakan sedang terinfeksi malware atau bahasa lainnya adala Malicious Software.

Malware tidak dapat muncul begitu saja pada perangkat yang Anda gunakan. Namun terdapat celah yang bisa ada pada sistem operasi yang digunakan maupun kelalaian dari pengguna itu sendiri.

Mari Kita bahas bersama Alasan Utama Perangkat Keras Yang Kita Gunakan Bisa terkena Malware

  • Menginstal Aplikasi Bajakan 

Penyebab yang paling sering terjadi adalah pengguna mengunduh dan menginstal aplikasi bajakan atau palsu, terutama ketiak saat mengunduh aplikasi tersebut dari website atau situs yang tidak resmi. Sebagai contoh Anda mendownload film gratisan dari website tidak resmi, bisa juga ketika Anda mendownload game dimana terdapat crack yang ternyata didalamnya sudah terdapat Malware.

Biasanya Malware dibuat dan disisipkan kode berbahaya ke dalam file atau crack atupun patch. Sehingga ketika Anda menjalankan aplikasi tersebut Malware secara otomatis akan langsung terinstal tanpa adanya interface atau tampilan layaknya ketika kita sedang menginstall program secara normal.

  • Terjebak Taktik Phishing (Email dan Tautan Palsu)

Phishing adalah teknik penipuan di mana pelaku menyamar sebagai instansi resmi contoh seperti bank, layanan ekspedisi, atau bahkan rekan kerja untuk memancing Anda mengklik dan mengunduh lampiran pada tautan yang dikirim pada email maupun kontak yang diperoleh oleh pelaku. Dimana lampiran tersebut sangat berbahaya sebagai contoh : File dengan ekstensi seperti .exe, .scr, atau bahkan dokumen Office berformat .docm yang mengandung macro jahat.

Tautan Palsu tersebut mengarahkan Anda langsung membuka suatu situs web dan ketika halaman website tersebut terbuka maka secara otomatis perangkat keras yang Anda gunakan akan mengunduh Malware.

  • Tidak pernah melakukan Update Sistem Operasi

Ini adalaha hal yang sering orang lakukan, dimana banyak orang tidak mau atau malas untuk memperbarui Sistem Operasi yang dimiliki. Banyak yang sering menekan tombol "Remind me later" saat terdapat notifikasi update Windows mapun macOS, atau Sistem Operasi yang lainnya. Padahal menunda update adalah suatu kesalahan besar. Dengan Kita melakukan update secara berkala maka Sistem Operasi yang kita gunakan akan jauh lebih terlindungi dari pada tidak pernah melakukan update sama sekali.

Meskipun dimikian tidak memungkian terhindar dari Malware. Setiap Sistem Operasi pasti memiliki celah keamanan atau yang bisa kerennya Vulnerability. Para pengembang merilis update atau patch tentu memiliki maksud dan tujuan. Jika Anda jarang memperbarui Sistem Operasi, Maka kemungkinan peretas bisa memanfaatkan celah lama tersebut untuk menyusupkan Malware ke laptop Anda dengan sangat mudah.

  • Terular Oleh Perangkat Fisik yang Sudah Terinfeksi

Malware tidak hanya menyebar lewat internet, tetapi juga lewat jalur fisik seperti Flashdisk, hardisk eksternal, atau kartu memori yang sering dicolokkan ke sembarang komputer sebagai contoh di tempat fotokopi atau warnet sangat rentan membawa virus jenis worm atau trojan. Begitu media penyimpanan ini dicolokkan ke laptop Anda, malware akan langsung mengeksekusi dirinya sendiri.

  • Mengklik Iklan Sembarangan
Kasus ini sering terjadi ketika Kita sedang berselancar di internet namun tiba-tiba muncul pop up iklan yang mengatakan "Laptop Anda terinfeksi 3 Virus Yang Berbahaya! Klik di sini untuk membesihkan?"

Itu adalah trik yang  digunakan untuk menakut-nakuti, Anda tidak perlu panik ketika menjumpai hal semacam ini, dikarenakan Iklan tersebut sebenarnya adalah Malware itu sendiri. Jika Anda panik dan ternyata mengklik Iklan tersebut maka Anda akan dibawa kehalaman baru untuk mengunduh sutatu program yang berbahaya.


Rangkuman yang dapat Kita pelajari sebagai berikut :
Kebanyakan penularan Malware terjadi karena adanya interaksi dari pengguna ketika sedang menggunakan internet seperti mengklik pada website yang ilegal, mengunduh aplikasi bajakan atau juga dikarenakan mengabaikan keamanan dengan tidak pernah melakukan update Sistem Operasi. 

Anda juga dapat memasang antivirus yang handal untuk melindungi data anda dari file-file atau aplikasi yang bebahaya. Namun kewaspadaan dan kehati-hatian Anda saat berselancar di internet adalah benteng pertahanan yang paling utama.


Mengembalikan File Kerja atau Kuliah Yang Terdeteksi Virus Oleh Windows Security

19 Mei Comment

Data Kerja atau Kuliah Penting Malah Dianggap Virus Oleh Windows Defender? Begini Cara Mudah Mengembalikannya !!

Pernahkah Anda sedang asik mendownload file pekerjaan, source code untuk tugas kuliah, atau bahkan mod untuk bermain game offline, tetapi tiba-tiba setelah selesai di download, file tersebut justru malah hilang begitu saja. Pas kita lihat dibagian pojok kanan bawah muncul notifikasi layer kecil bertulisan "Threat found" dengan arti lain bahwa terdapat ancaman file tersebut berbahaya oleh Windows Defender.

Yaaaaps, seperti itulah Cara Kerja Windows Defender yang mana pada Windows 11 atau update terbaru berganti nama menjadi Windows Security. Dimana tugas Utama dari Windows Defender atau Windows Security itu sendiri sebagai benteng pertanahan default dari Windows. Antivirus ini memang terkenal sangat protektif, saking aktifnya terkadang file-file yang aman dan kita butuhkan untuk pekerjaan kantor, kuliah atau main game malah dianggap sebagai virus atau malware oleh Windows Security. Istilah tersebut lebih terkenal dengan sebutan false positive.

Ketika menghadapi permasalahan tersebut jangan panik terlebih dahulu karena sesungguhnya file-file yang dia anggap berbahaya oleh Windows Security tidak langsung dihapus begitusaja, melainkan Windows Security memindahkan file tersebut kedalam tempat karantina atau bisa disebut "Protection History".

Yuk, Kita bahas bersama Cara Aman Mengembalikan File Yang Dianggap Virus Oleh Windows Security.

Cara Mengembalikan File dari Karantina Windows Security

Untuk menyelamatkan file yang dianggap virus atau dianggap berbahaya, kita cukup masuk kedalam fitur Protection History yang ada pada menu Windows Security dan mengeluarkan file tersebut dari sana. Berikut langkah-langkah secara detailnya :

Langkah 1: Buka Windows Security

  1. Klik tombol Start (ikon Windows) di taskbar Anda.
  2. Ketik "Windows Security" pada kolom pencarian, lalu tekan Enter.
  3. Pilih menu Virus & threat protection di halaman utama.
Langkah 2: Masuk ke Protection History
  1. Di bawah tulisan Current threats, klik menu Protection history.
  2. Anda akan melihat daftar aktivitas keamanan terbaru. Cari item yang memiliki keterangan Severe, High, atau Blocked yang waktu kejadiannya pas dengan saat file Anda hilang.
Langkah 3: Restore File Anda
  1. Klik pada item atau nama file yang dicurigai tersebut untuk memunculkan detail informasi.
  2. Biasanya Windows akan meminta verifikasi admin (klik Yes jika muncul jendela).
  3. Klik tombol drop-down Actions yang berada di bagian bawah detail file.
  4. Pilih opsi Restore


File Anda akan langsung kembali ke folder asalnya sebelum dia "Karantina" oleh Windows Security


Tips Tambahan : Agar File di Kemudian Hari Tidak Dihapus Lagi 
Setelah Anda melakukan restore, ada kemungkinan Windows Security akan mendeteksi kembali file tersebut sebagai ancaman. Supaya file tersebut aman Kita dapat menambahkan pengecualian ke dalam daftar Exclusion.

Catatan Penting: Pastikan Anda benar-benar yakin bahwa file tersebut 100% aman dan berasal dari sumber terpercaya sebelum memasukkannya ke daftar pengecualian.

Cara membuat Exclusion :
  1. Kembali ke menu Virus & threat protection.
  2. Klik Manage settings yang berada di bawah Virus & threat protection settings.
  3. Scroll ke bawah sampai Anda menemukan bagian Exclusions, lalu klik Add or remove exclusions.
  4. Klik tombol Add an exclusion dan pilih apakah Anda ingin mengecualikan berupa File, Folder, File type, atau Process.
  5. Pilih file atau folder tempat Anda menyimpan file yang tadi di-restore.



Dengan cara ini, Windows Defender akan menutup mata dan melewati folder/file tersebut saat melakukan scanning berkala.

Ringkasan Cara Kerja Windows Security

Windows Security berjalan secara otomatis dengan menghapus file-file yang dipikir oleh dia sebagai file yang berbahaya dan juga bebera file-file yang  sebenarnya tidak berbahaya namun tetap saja dihapus oleh Windows Defender, karena tugasnya sendiri adalah menjaga Sistem Operasi Anda tetap aman. 

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti file kita di anggap virus atau di anggap file yang berbahaya. Kita dapat mengembalikan file tersebut dengan masuk kedalam Windows Security dan pilih "Protection History"

Semua file yang di anggap berbahaya akan selalu dikarantina pada fitur Protection History. Untuk mengembalikan file tersebut Kita cukup dengan klik Action dan pilih Restore.

Jika memiliki pertanyaan atau cara lain yang lebih mudah ? Anda dapat menulis pada kolom komentar di bawah ini. Terima Kasih

Perlu Atau Tidak Instal Antivirus Tambahan Pada Windows 10

02 Februari Comment

Windows 10 Butuh Antivirus Selain Windows Defender ?

Benarkah Windows 10 tidak membutuhkan antivirus tambahan karena dari Windows 10 sendiri sudah ada antivirus bawaan yaitu Windows Defender. Apakah sudah aman komputer atau laptop kita dari serangan malware maupun virus yang ada ?, Jika dari bawaan Sistem Operasi sudah menyediakan aplikasi antivirus apakah perlu tambahan antivirus lagi atau tidak ?

Windows 10 adalah Sistem Operasi desktop yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, sederhana saja jika seseorang menulis malware yang mengeksploitasi Windows 10, maka ada banyak potensi diluar sana yang bisa dijadikan target dari perangkat lunak yang berbahaya tersebut. 

Malware sendiri terkadang berupa sebuah aplikasi yang tampak seperti program yang sah tetapi ternyata mengirimkan berupa malware yang tidak kita ketahui. yang nantinya akan menjadi masalah serius untuk sistem operasi yang kita gunakan. 

Apa Itu Windows Defender ?

Windows Defender sendiri merupakan aplikasi antivirus yang sudah satu paket dengan Sistem Operasi Windows 10, jadi ketika laptop atau komputer yang sudah terinstal Sistem Operasi Windows 10 maka dipastikan sudah memiliki antivirus ini secara langsung yakni Windows Defender. 

Dengan menggunakan Sistem Operasi Windows 10 Anda sudah mendapatkan perlindungan secara default dikarenakan adanya Windows Defender. Sebenarnya antivirus bawaan dari Windows 10 sedah cukup. Namun, kenyataanya adalah meskipun Windows Defender adalah solusi yang cukup solid yang dapat Anda andalkan, Aplikasi pihak ketiga juga tidak kalah pentingnya dikarenakan menawarkan lebih banyak fungsionalitas dan gratis, Anda hanya perlu sedikit berusaha untuk menginstalnya. 

Windows Defender dulunya adalah bahan tertawaan dikalangan keamanan, tetapi semua itu sekarang hanya masala lalu. Windows Defender sendiri sebenarnya adalah aplikasi yang tangguh dan benar-benar dapat mempertahankan kamputer maupun laptop Anda sesuai dengan namanya, dan sebenarnya kini Windows Defender telah mencapai peringkat yang mengesankan dalam pengujianya.


Antivirus Untuk Windows 10

Berita baiknya adalah bahwa Windows Defender dapat digunakan secara bersamaan dengan antivirus gratis lainya, sehingga perlindungan komputer ataupun laptop dari malware menjadi lebih aman. Banyak aplikasi Antivirus gratis yang tersedia yang menawarkan perlindungan dari virus dan malware bahkan lebih baik dibandingkan dengan Windows Defender dan bahkan antivirus yang lain juga menawarkan fitur yang tidak ada pada Windows Defenedr seperti Virtual Private Network (VPN), pengelolaan kata sandi dan juga terdapat fitur pembatasan seperti perlindungan real-time. Itu sebabnya memadukan antivirus lain dengan Defender bisa menciptakan perlindungan terhadap komputer maupun laptop lebih aman.

Berikut ini adalah beberapa Antivirus gratis yang dapat di sandingkan dengan Windows Defender :

  1. TotalAV
  2. Kaspersky
  3. Avira
  4. Malwarebytes
  5. Avast
Selain itu juga dapat menggunakan antivirus berbayar seperti :
  1. Bitdefender
  2. Norton
  3. BullGuard
  4. McAfee
  5. Panda

Inilah Alasan Kenapa Wajib Install Ulang Sistem Operasi

06 Desember 1 Comment
Sekarang ini komputer maupun laptop merupakan kebutuhan primer dimana mengingat perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat saat ini. Hampir setiap orang kini memiliki komputer atau lapotop dimana perangkat ini sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari baik untuk pekerjaan kantor maupun bisnis.

Dengan digunakannya terus menerus tanpa tahu cara merawat laptop yang benar menjadikan kinerja komputer atau laptop cenderung menurun bahkan sampai parahnya tidak bisa berfungsi lagi atau dalam arti komputer atau laptop rusak. Untuk itu komputer atau laptop juga membutuhkan perawatan sehingga dapat berfungsi secara optimal.

Lalu yang menjadi pertanyaan kapan komputer atau laptop harus di servis ? Nah pada kesempataan kali ini saya akan berbagi informasi tentang Alasan Wajib Instal Ulang komputer atau laptop harus di services.

1. Proses botting sangat lama
Gejala pertama pada komputer atau laptop yang wajib di install ulang adalah pada prosess botting saat pertama kali menghidupkan komputer atau laptop dibutuhkan waktu sangat lama. Hal ini dikarenakan karena banyaknya aplikasi yang berjalan saat proses pertamakali komputer atau laptop dihidupkan. 

2. Aplikasi Not Responding
Gejala selanjutnya dimana laptop atau komputer disaat membuka suatu aplikasi sangat lamban dan bahakan saat mengoperasikan lemot mengakibatkan aplikasi menjadi not responding dan bahkan sampai menutup sendiri aplikasi tersebut. Tentunya ini merepotkan kita dimana jika kita sedang mengoperasikan suau aplikasi dan tiba-tiba menutup sendiri aplikasinya tanpa sempat kita simpan terlebih dahulu.

3. Virus dan malware
Adanya virus dan malware yang terdapat pada laptop atau komputer. Jika perangkat anda sudah terkena virus maupun malware bahkan sampai dua-duanya maka laptop maupun komputer anda wajib di install ulang sistem operasinya, jika tidak maka kerusakan akan semakin parah.

Cara paling mudah mengetahui laptop atau komputer yang terdapat virus maupun malware kita dapat mengetahui aplikasi yang aneh dan terinstall pada device kita, dengan melihat control panel dan pilih unsinstall a program, kita dan mengetahui aplikasi yang aneh, dalam hal ini malware secara otomatis menginstall sendiri tanpa sepengetahuan kita.

Sedangkan untuk virus cara mengetahuinya lebih mudah laptop atau komputer yang terkena virus pastinya akan mengalami kekacuan data, banyak file file yang tiba-tiba hilang, dan setelah diperikas di anggap virus oleh anti virus yang digunakan.

Sekian sedikit penjelasan mengenai Alasan Wajib Instal Ulang Sistem Operasi dari saya semoga membantu dan bermanfaat bagi kita semua, sekian dan terima kasih.