Tampilkan postingan dengan label windows defender. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label windows defender. Tampilkan semua postingan

Mengembalikan File Kerja atau Kuliah Yang Terdeteksi Virus Oleh Windows Security

19 Mei Comment

Data Kerja atau Kuliah Penting Malah Dianggap Virus Oleh Windows Defender? Begini Cara Mudah Mengembalikannya !!

Pernahkah Anda sedang asik mendownload file pekerjaan, source code untuk tugas kuliah, atau bahkan mod untuk bermain game offline, tetapi tiba-tiba setelah selesai di download, file tersebut justru malah hilang begitu saja. Pas kita lihat dibagian pojok kanan bawah muncul notifikasi layer kecil bertulisan "Threat found" dengan arti lain bahwa terdapat ancaman file tersebut berbahaya oleh Windows Defender.

Yaaaaps, seperti itulah Cara Kerja Windows Defender yang mana pada Windows 11 atau update terbaru berganti nama menjadi Windows Security. Dimana tugas Utama dari Windows Defender atau Windows Security itu sendiri sebagai benteng pertanahan default dari Windows. Antivirus ini memang terkenal sangat protektif, saking aktifnya terkadang file-file yang aman dan kita butuhkan untuk pekerjaan kantor, kuliah atau main game malah dianggap sebagai virus atau malware oleh Windows Security. Istilah tersebut lebih terkenal dengan sebutan false positive.

Ketika menghadapi permasalahan tersebut jangan panik terlebih dahulu karena sesungguhnya file-file yang dia anggap berbahaya oleh Windows Security tidak langsung dihapus begitusaja, melainkan Windows Security memindahkan file tersebut kedalam tempat karantina atau bisa disebut "Protection History".

Yuk, Kita bahas bersama Cara Aman Mengembalikan File Yang Dianggap Virus Oleh Windows Security.

Cara Mengembalikan File dari Karantina Windows Security

Untuk menyelamatkan file yang dianggap virus atau dianggap berbahaya, kita cukup masuk kedalam fitur Protection History yang ada pada menu Windows Security dan mengeluarkan file tersebut dari sana. Berikut langkah-langkah secara detailnya :

Langkah 1: Buka Windows Security

  1. Klik tombol Start (ikon Windows) di taskbar Anda.
  2. Ketik "Windows Security" pada kolom pencarian, lalu tekan Enter.
  3. Pilih menu Virus & threat protection di halaman utama.
Langkah 2: Masuk ke Protection History
  1. Di bawah tulisan Current threats, klik menu Protection history.
  2. Anda akan melihat daftar aktivitas keamanan terbaru. Cari item yang memiliki keterangan Severe, High, atau Blocked yang waktu kejadiannya pas dengan saat file Anda hilang.
Langkah 3: Restore File Anda
  1. Klik pada item atau nama file yang dicurigai tersebut untuk memunculkan detail informasi.
  2. Biasanya Windows akan meminta verifikasi admin (klik Yes jika muncul jendela).
  3. Klik tombol drop-down Actions yang berada di bagian bawah detail file.
  4. Pilih opsi Restore


File Anda akan langsung kembali ke folder asalnya sebelum dia "Karantina" oleh Windows Security


Tips Tambahan : Agar File di Kemudian Hari Tidak Dihapus Lagi 
Setelah Anda melakukan restore, ada kemungkinan Windows Security akan mendeteksi kembali file tersebut sebagai ancaman. Supaya file tersebut aman Kita dapat menambahkan pengecualian ke dalam daftar Exclusion.

Catatan Penting: Pastikan Anda benar-benar yakin bahwa file tersebut 100% aman dan berasal dari sumber terpercaya sebelum memasukkannya ke daftar pengecualian.

Cara membuat Exclusion :
  1. Kembali ke menu Virus & threat protection.
  2. Klik Manage settings yang berada di bawah Virus & threat protection settings.
  3. Scroll ke bawah sampai Anda menemukan bagian Exclusions, lalu klik Add or remove exclusions.
  4. Klik tombol Add an exclusion dan pilih apakah Anda ingin mengecualikan berupa File, Folder, File type, atau Process.
  5. Pilih file atau folder tempat Anda menyimpan file yang tadi di-restore.



Dengan cara ini, Windows Defender akan menutup mata dan melewati folder/file tersebut saat melakukan scanning berkala.

Ringkasan Cara Kerja Windows Security

Windows Security berjalan secara otomatis dengan menghapus file-file yang dipikir oleh dia sebagai file yang berbahaya dan juga bebera file-file yang  sebenarnya tidak berbahaya namun tetap saja dihapus oleh Windows Defender, karena tugasnya sendiri adalah menjaga Sistem Operasi Anda tetap aman. 

Jika terjadi hal yang tidak diinginkan seperti file kita di anggap virus atau di anggap file yang berbahaya. Kita dapat mengembalikan file tersebut dengan masuk kedalam Windows Security dan pilih "Protection History"

Semua file yang di anggap berbahaya akan selalu dikarantina pada fitur Protection History. Untuk mengembalikan file tersebut Kita cukup dengan klik Action dan pilih Restore.

Jika memiliki pertanyaan atau cara lain yang lebih mudah ? Anda dapat menulis pada kolom komentar di bawah ini. Terima Kasih

Perlu Atau Tidak Instal Antivirus Tambahan Pada Windows 10

02 Februari Comment

Windows 10 Butuh Antivirus Selain Windows Defender ?

Benarkah Windows 10 tidak membutuhkan antivirus tambahan karena dari Windows 10 sendiri sudah ada antivirus bawaan yaitu Windows Defender. Apakah sudah aman komputer atau laptop kita dari serangan malware maupun virus yang ada ?, Jika dari bawaan Sistem Operasi sudah menyediakan aplikasi antivirus apakah perlu tambahan antivirus lagi atau tidak ?

Windows 10 adalah Sistem Operasi desktop yang paling banyak digunakan di dunia saat ini, sederhana saja jika seseorang menulis malware yang mengeksploitasi Windows 10, maka ada banyak potensi diluar sana yang bisa dijadikan target dari perangkat lunak yang berbahaya tersebut. 

Malware sendiri terkadang berupa sebuah aplikasi yang tampak seperti program yang sah tetapi ternyata mengirimkan berupa malware yang tidak kita ketahui. yang nantinya akan menjadi masalah serius untuk sistem operasi yang kita gunakan. 

Apa Itu Windows Defender ?

Windows Defender sendiri merupakan aplikasi antivirus yang sudah satu paket dengan Sistem Operasi Windows 10, jadi ketika laptop atau komputer yang sudah terinstal Sistem Operasi Windows 10 maka dipastikan sudah memiliki antivirus ini secara langsung yakni Windows Defender. 

Dengan menggunakan Sistem Operasi Windows 10 Anda sudah mendapatkan perlindungan secara default dikarenakan adanya Windows Defender. Sebenarnya antivirus bawaan dari Windows 10 sedah cukup. Namun, kenyataanya adalah meskipun Windows Defender adalah solusi yang cukup solid yang dapat Anda andalkan, Aplikasi pihak ketiga juga tidak kalah pentingnya dikarenakan menawarkan lebih banyak fungsionalitas dan gratis, Anda hanya perlu sedikit berusaha untuk menginstalnya. 

Windows Defender dulunya adalah bahan tertawaan dikalangan keamanan, tetapi semua itu sekarang hanya masala lalu. Windows Defender sendiri sebenarnya adalah aplikasi yang tangguh dan benar-benar dapat mempertahankan kamputer maupun laptop Anda sesuai dengan namanya, dan sebenarnya kini Windows Defender telah mencapai peringkat yang mengesankan dalam pengujianya.


Antivirus Untuk Windows 10

Berita baiknya adalah bahwa Windows Defender dapat digunakan secara bersamaan dengan antivirus gratis lainya, sehingga perlindungan komputer ataupun laptop dari malware menjadi lebih aman. Banyak aplikasi Antivirus gratis yang tersedia yang menawarkan perlindungan dari virus dan malware bahkan lebih baik dibandingkan dengan Windows Defender dan bahkan antivirus yang lain juga menawarkan fitur yang tidak ada pada Windows Defenedr seperti Virtual Private Network (VPN), pengelolaan kata sandi dan juga terdapat fitur pembatasan seperti perlindungan real-time. Itu sebabnya memadukan antivirus lain dengan Defender bisa menciptakan perlindungan terhadap komputer maupun laptop lebih aman.

Berikut ini adalah beberapa Antivirus gratis yang dapat di sandingkan dengan Windows Defender :

  1. TotalAV
  2. Kaspersky
  3. Avira
  4. Malwarebytes
  5. Avast
Selain itu juga dapat menggunakan antivirus berbayar seperti :
  1. Bitdefender
  2. Norton
  3. BullGuard
  4. McAfee
  5. Panda

Cara Pasti Mematikan Windows Defender

24 November Comment

Mematikan Windows Defender

Taukah Kamu pada Windows 10 sudah terdapat sebuah antivirus yang lebih dari cukup untuk mengamankan device tersebut, yakni Windows Defender. Windows Defender sendiri memiliki banyak fitur-fitur yang sangat berguna salah satunya adalah fitur Exclusions

Namun yang sering menjadi permasalahan adalah ketika Windows Defender sering kali menganggap file ataupun aplikasi yang sebenarnya aman dan tidak berbahaya malah dianggap berbahaya oleh Windows Defender tersebut.

Tidak perlu khawatir untuk menyelesaikan masalah tersebut kita hanya perlu mematikan Windows Defender agar tidak mendeteksi file-file atau aplikasi yang hendak digunakan.

Cara Mematikan Windows Defender Pada Windwos 10

1. Langkah pertama adalah dengan membuka terlebih dahulu Windows Defender

Dengan cara klik Start yang terdapat disebalah pojok kiri bawah dan ketikan saja langsung Windows Defender dan setalah itu pilih windows Security, untuk lebih jelasnya lagi dapat dilihat pada gambar dibawah ini.



Selain cara diatas kita juga dapat langsung membukanya dengan cara klik icon di menu taskbar yang terletak di pojok kanan bawah seperti pada gambar dibawah ini. Selanjutnya akan secara otomatis kita di bawa ke menu tampilan Windows Security.


2. Langkah selanjutnya pilih Virus & threat protection dan pilih "manage settings" seperti pada gambar dibawah ini.


3. Selanjutnya kita akan muncul tampilan baru, disini kita harus mematikan Real-time protection dengan cara menggeser buttonnya menjadi off dapat dilihat pada gambar dibawah ini yang berkolom merah.

4. Jika ada perintah "Do you want to allow this app to make changes to your device" maka tinggal pilih saja "Yes" dan pastinya Windows Defender akan mati dan kita dapat membuka file ataupun aplikasi yang sebelumnya terdeteksi berbahaya oleh Windows Defender tersebut.

Sedangkan untuk menyalakan kembali Windows Defender langkah-langkah sama hanya tinggal mengganti Real-tem protection dari off menjadi on, atau ketika device tersebut baik itu komputer ataupun laptop mengali shutdown ataupun restart maka secara otomatis Windows Defender akan kembali hidup lagi.

Seperti itulah bagaimana Cara Mematikan Windows Defender pada Windows 10 semoga informasi diatas dapat berguna dan bermanfaat bagi kita semua.